Sekretaris MA Nurhadi Pentingkan Rapat di Bogor daripada Hadiri Panggilan Pemeriksaan KPK

Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi menjadi tersangka kasus suap pendaftaran Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. KPK kini sedang memburu kesaksian sopir pribadi Nurhadi, Royani.

Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi menjadi tersangka kasus suap pendaftaran Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. KPK kini sedang memburu kesaksian sopir pribadi Nurhadi, Royani.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Setelah tidak menghadiri panggilan DPR RI, kini Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi juga tidak menghadiri panggilan pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (10/6/2016). Nurhadi lebih memilih mengikuti rapat di Bogor daripada memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.

“Stafnya datang mengantar surat pemberitahuan bahwa Nurhadi tidak bisa datang karena sedang ada rapat di Bogor,” kata Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak.

Nurhadi sebelumnya juga mangkir memenuhi panggilan DPR pada Kamis (9/6) kemarin. Saat itu seharusnya Nurhadi harus rapat dengan Komisi III DPR guna membahas anggaran perubahan APBNP untuk Mahkamah Agung (MA). Karena Nurhadi tidak datang dua kali undangan sidang, maka DPR memberi tanda bintang dan anggaran MA ditunda.

Nama Nurhadi santer dibicarakan publik belakangan ini. Rumahnya digeledah KPK pada 21 April 2016 dan menyita uang Rp 1,7 miliar, yang di antaranya ditemukan di kloset. Nurhadi juga telah diperiksa 3 kali untuk kasus Edy Nasution dan satu kali untuk anak buahnya yang juga tertangkap basah KPK menerima suap yaitu Kasubdit Perdata MA Andri Tristianto Sutrisna. Nurhadi telah dicegah bepergian ke luar negeri.

Selain itu, orang dekat Nurhadi juga ikut diperiksa KPK, yaitu:

1. Tin Zuraida, istri Nurhadi. Status saksi dan usai pemeriksaan di KPK, Tin tidak memberikan keterangan kepada wartawan.
2. Royani alias Pak Roy. Royani merupakan sopir Nurhadi dan telah dipanggil dua kali sebagai saksi tapi tidak hadir. Alhasi, Roy dikenakan status pencegahan ke luar negeri.
3. Brigadir Polisi Ari Kuswanto. Ajudan Nurhadi ini dipanggil KPK dua kali tapi tidak memenuhi panggilan.
4. Brigadir Polisi Dwianto Budiawan. Ajudan Nurhadi ini dipanggil KPK dua kali tapi tidak memenuhi panggilan.
5. Brigadir Polisi Fauzi Hadi Nugroho. Ajudan Nurhadi ini dipanggil KPK dua kali tapi tidak memenuhi panggilan.
6. Ipda Andi Yulianto. Ajudan Nurhadi ini dipanggil KPK dua kali tapi tidak memenuhi panggilan.
7. Kasirun alias Jenggot, pegawai di rumah Nurhadi.
8. Sairi alias Zahir, pegawai di rumah Nurhadi.(dtc/ziz)