Sengketa Lahan Mall Grand City, Ahli Waris Wadul Walikota

Nuraini saat melakukan aksi di depan Mall Grand City.

Nuraini saat melakukan aksi di depan Mall Grand City.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Perjuangan keluarga Alm Moch. Almahrabi meminta hak mereka atas tanah yang saat ini dikuasai Grand City Mall terus berlanjut.

Terbaru, salah satu ahli waris, Nuraini, menggelar aksi simpatik di tiga titik. Pertama mendatangi Kantor Walikota Surabaya. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan keluhan terkait perampasan hak tanah milik keluarganya.

Aksi berikutnya adalah mendatangi gedung DPRD Surabaya. Dihadapan Anggita dewan, NurainI meminta para wakil rakyat tersebut untuk membantu menyelesaikan ketidak adilan yang menimpa keluarganya.

Aksi ketiga digelar di depan Mall Grand City Surabay, yakni aksi orasi serta teaterikal pembakaran keranda mayat sebagai simbol matinya rasa kemanusiaan pemilik Mall tersebut.

Kepada wartawan, Nuaraini mengatakan bahwa dirinya telah berjuang selama 12 tahun, hingga ayahnya sebagai pemilik tanah meninggal dunia lima tahun silam.

“Tanah tersebut adalah hak milik keluarga kami. Saya akan terus berjuang,” ujar Nuraini saat ditemui di gedung DPRD Surabaya, Jumat (30/9/2016).

Nuraini menegaskan keluarganya memiliki bukti kuat atas lahan yang saat ini telah digunakan Grand City. Yaitu surat eigendom.

“Ada, lengkap surat Eigendom, nanti bisa dibuktikan,” bebernya.

Berbagai cara telah ditempuh keluarganya untuk memperjuangkan tanah itu. Diantaranya dengan membawa masalsh ini ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pihaknya juga sudah membawanya ke pengadilan.

“Saya sudah ke pengadilan, tapi pihak terlapor tidak pernah hadir,” bebernya.

Nuraini menceritakan, tanah yang saat ini berdiri Mall Grand City tersebut, dulu terdapat tiga rumah. Lahan tersebut dipinjam oleh TNI Angkatan Laut, dalam hal ini Marinir.

kemudian oleh Marinir, ditukargulingkan kepada PT dan saat ini sudah muncul sertifikat baru dengan nama pemilik Hartati Murdaya.

“Dulu itu dipinjam sama Marinir, buat istirahat, duduk – duduk gitu,” ujar Nuraini polos.

Saat ini, Nuraini mengaku, dirinya beserta 9 akhli waris lainnya akan terus berjuang untuk merebut haknya kembali.

“Saya akan terus berjuang, karena ini tanah keluarga kami,” pungkasnya. (bmb/gbi)