Serba-serbi Pilkada DKI, TPS Rusuh hingga 8 Orang Ditangkap Polisi

Ketegangan di TPS 17 Petamburan Jakarta soal keabsahan pemilih Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Tensi politik tinggi yang melibatkan banyak pihak membuat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua penuh warna. Salah satu warna ialah ketegangan hingga berpotensi kerusuhan. Hal itu tampak terjadi di TPS 17, Jl Petamburan IV, Jakarta Pusat.

Seorang warga bernama Berliana Sitorus datang membawa KTP yang belum berbentuk elektronik. Peristiwa ini akhirnya berujung ricuh setelah warga memprotes KTP yang diduga expired atau mati alias tidak berlaku tersebut.

Berliana menyebut pada Pilkada putaran I kemarin dia dibolehkan memilih di TPS 17 ini karena namanya tercantum di DPT. Dia mengatakan, namanya telah tercantum di TPS ini nomor 223.

(Baca: NU-Muhammadiyah Serukan Pilkada DKI Jakarta Aman dan Hargai Beda Pilihan)

“Padahal nama saya sudah ada di DPT nomor 223, waktu Pilkada periode I kemarin boleh nyoblos. Tapi karena tidak sempat mengurus surat ke kelurahan pada saat periode II, karena pelayanan dari Medan,” kata Berliana, di TPS 17, Jl Petamburan IV, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017).

Akan tetapi, warga menilai KTP ini masih berbentuk KTP lama belum e-KTP. Beberapa warga juga menilai KTP yang dibawa Berliana itu tidak berlaku karena expired. Seorang pria yang tak menyebutkan namanya itu mengatakan KTP itu expired sejak tahun 2015.

Akan tetapi, di KTP Berliana berlaku hingga 2020, sedangkan tahun 2015 merupakan tahun terbitnya. Berliana sendiri tidak membawa Kartu Keluarga maupun surat C6 sehingga kedua saksi dari kedua pasangam calon tidak mempersilakan Berliana untuk mencoblos. Setelah itu Berliana memilih pulang.

Sedangkan, Ketua Panitia Pemungutan Suara Petamburan, Wiwin Twinarti menilai jika namanya tercantum di DPT dibolehkan walaupun KTP lama.

“KTP lama tidak diizinkan dengan saksi, yang dipertanyakan bapak ini. Sesuai aturan main kita selama itu terdaftar di DPT mereka berhak milih dengan catatan mereka bawa KTP, pasport atau KK. Tadi kan dia tidak jadi milih karena bawa KTP lama,” ujar Wiwin.

Peristiwa itu akhirnya menyulut emosi warga karena diduga membolehkan peristiwa kecurangan terjadi. Wiwin sempat diusir oleh warga dan jalan raya sekitar TPS sempat macet beberapa saat.

Di sisi lain, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan mengatakan ada sejumlah orang yang ditangkap polisi karena memaksa memantau TPS di Jakarta, Rabu (19/4/2017).

“Tadi ada di timur, ada 7-8 orang yang mencoba masuk ke satu TPS tetapi sudah diamankan,” kata Iriawan di Gambir, Jakarta Pusat.

Iriawan memastikan, saat ini sekelompok orang tersebut diamankan di Mapolsek Duren Sawit. Polisi akan menanyakan maksud dan tujuan mereka.

“Tadi kami langsung amankan dan kami lakukan pemeriksaan. Nanti kami akan sampaikan hasilnya,” kata Iriawan.(dtc/ziz)