Setelah Menang Praperadilan, Bupati Nganjuk Terjaring OTT KPK

oleh
Bupati Nganjuk Taufiqurrahman dikawal polisi,
Bupati Nganjuk Taufiqurrahman dikawal polisi,

 

GLOBALINDO.CO, NGANJUK – Hak mengajukan gugatan praperadilan bagi tersangka kasus korupsi yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi sungguh patut dikaji ulang karena justru membuka peluang tersangka mengulang perbuatannya setelah memenangkan gugatan. Hal ini setidaknya tercermin dari perilaku Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman yang terjaring operasi tangkap tangan KPK, Rabu (25/10), setelah terbebas dari status tersangka tahun 2016 lalu.

Taufiqurrahman pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 6 Desember 2016. Kader PDIP itu menjabat sebagai Bupati Nganjuk dua periode, yakni pada 2008-2013 dan 2013-2018.

Dari informasi yang dihimpun, Taufiqurrahman ditangkap bersama sejumlah orang lainnya. Taufiqurrahman kini tengah menjalani pemeriksaan awal oleh penyidik KPK.

“Iya benar (OTT Bupati Nganjuk Taufiqurrahman),” kata sumber di internal KPK.

Namun, belum diketahui secara pasti OTT Bupati Nganjuk ini terkait kasus apa juga berapa jumlah uang yang diamankan dalam operasi senyap tersebut. KPK belum memberikan keterangan resmi terkait kabar OTT Taufiqurrahman.

Apabila menengok ke belakang, pada tahun 2016 lalu Taufiqurrahman diduga terlibat dalam kasus di lima proyek yang terjadi pada 2009. Proyek-proyek tersebut adalah pembangunan Jembatan Kedung Ingas, proyek rehabilitasi saluran Melilir Nganjuk, proyek perbaikan jalan Sukomoro sampai Kecubung, proyek rehabilitasi saluran Ganggang Malang, dan proyek pemeliharaan berkala Jalan Ngangkrek ke Blora di Kabupaten Nganjuk.

Namun, Taufiqurrahman bisa lepas jeratan tersangka KPK setelah menang di praperadilan. KPK pun akhirnya melimpahkan kasus Taufiqurrahman itu ke Kejaksaan Agung. (cni/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *