Shalat Jokowi Jadi Gunjingan dan Kontroversi

oleh
Dua fakta terkait shalat Jokowi di Afghanistan.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Di tahun politik ini, apa pun bisa jadi bahan pergunjingan dan kontroversi. Bahkan shalat! Sebuah ritual keagamaan yang sakral. Itulah yang menimpa Joko Widodo (Jokowi), bukan lantaran dia seorang warga Solo tapi sebab dia Presiden dan telah menyatakan diri maju lagi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Aktivitas shalat Jokowi diperdebatkan usai kunjungan ke Afghanistan. Apakah benar Jokowi jadi imam atau hanya makmum. Sebab sumber resmi dari pemerintah hanya memunculkan Jokowi saat jadi imam. Sementara ada fakta lain yang kini beredar (yang mungkin sengaja tidak ditampilkan pemerintah) jika Jokowi juga jadi makmum. Sama-sama (waktu dan tempatnya) di Afghanistan.

Adalah Ahmad Fawad Lami, penyiar TV VOA Afghanistan yang pertama kali membagikan foto tersebut ke akun twitternya, @fawadlameh.

(Baca Juga: Fadli-Fahri Prediksikan Jokowi Tumbang di Pilpres 2019)

Foto itu lantas banyak dipertanyakan oleh warganet. Sebab, dalam video dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden yang sudah beredar sebelumnya dan banyak diberitakan media, Presiden Jokowi lah yang menjadi imam shalat.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang ikut dalam kunjungan Jokowi ke Afghanistan pada Senin (29/1/2018) lalu mengatakan, shalat berjamaah memang dilakukan dua kali.

Pertama, dilakukan shalat dzuhur di mana Jokowi menjadi imam shalat. Setelah itu, dilakukan shalat Sunnah, di mana Jokowi sudah tidak lagi menjadi imam.

Jokowi mundur dari posisi imam dan mengisi saf pertama, berdiri tepat di samping Presiden Ghani. Sementara, pria yang semula ada di samping Ghani lalu mengambil posisi imam.

“Itu (foto yang beredar) waktu shalat Sunnah,” kata Pramono Anung, Rabu (31/1/2018).

Menurut Pramono, shalat sunnah yang dilakukan setelah shalat dzuhur itu dilakukan sebanyak dua rakaat. Shalat sunnah dilakukan untuk mendoakan warga Afghanistan yang tewas dalam berbagai serangan teror beberapa hari terakhir.

“Itu sebenarnya shalat sunnah untuk peristiwa (yang terjadi di Afghanistan), mereka berdoa lah,” kata Jokowi.

Manakah yang benar? Bisa jadi keduanya benar. Namun yang jelas, sumber resmi pemerintah dengan sengaja menyortir fakta untuk dimunculkan ke publik. Demi apa Coba?(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *