Siasati KPK, Jusuf Kalla Minta Iuran Caketum Golkar Diubah Jadi Sumbangan

jusuf-kalla-golkar-baju-kuningGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait iuran calon ketua umum (Caketum) Golkar yang dinilai sebagai politik uang (money politic) mulai disiasati.

Wakil Presiden (Wapres) sekaligus Ketua Tim Transisi Partai Golkar, Jusuf Kalla mengingatkan agar panitia pelaksana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar mengubah format iuran bagi Caketum menjadi sumbangan yang bersifat bantuan.

“Karena itulah sebenarnya formatnya salah. Kalau menyumbang untuk panitia kan tidak ada soal,” kata Jusuf Kalla usai membuka acara Indonesia Investment Week 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/5/2016).

Oleh karena itu, Jusuf Kalla menegaskan jangan dikatakan sebagai mahar tetapi sumbangan untuk panitia dalam rangka partisipasi Munaslub, dan bukan sebagai syarat maju sebagai Caketum.

Jusuf Kalla juga mengingatkan agar uang sumbangan tersebut jelas sumbernya sehingga tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

“Bahwa semua gotong-royong untuk membantu panitia penyelenggaraan. Tidak ada salahnya kalau menyumbang kan. Asal jelas dari mana uangnya,” tegas Jusuf Kalla.

Seperti diberitakan, KPK melarang Partai Golkar menarik iuran Rp 1 miliar dari bakal caketum Golkar yang akan dipilih dalam Munaslub pada 15-17 Mei mendatang. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komite Etik Munaslub Golkar Lawrence Siburian usai bertemu pimpinan KPK.(bsc/ziz)