Sidang Kilat, Bandar Sabu 3 Kg Hanya Divonis 15 Tahun, Jaksa Tak Banding

oleh
Totok Suriyanto (50) benar-benar bisa bernafas lega karena hanya 15 tahun, lebih ringan dari tuntutan jaksa, 20 tahun penjara.

 

GLOBALINDO.CO – Totok Suriyanto (50), pemilik 3 killogram sabu bukan hanya lolos dari hukuman mati. Dalam proses sidang yang berlangsung kilat, warga Pasuruan, itu bahkan hanya dijatuhi vonis 15 tahun penjara, lebih ringan dari tuntutan jaksa, 20 tahun bui.

“Dengan ini majelis memutuskan dan menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama (15) lima belas tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (12/2).

Vonis tersebut berdasarkan tuntutan yang diajukan JPU dalam persidangan yang menjerat terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sidang kasus kepemilikan sabu seberat 3 kilogram  ini tergolong kilat. Betapa tidak, majelis hakim meringkas agenda pembacaan pledoi dari terdakwa dan pengacaranya dilanjutkan dengan putusan.

JPU Roginta Sirait Kejati Jatim yang tidak hadir dalam sidang terakhir dan diwakilkan kepada Nur Rachman nampak tak keberatan dengan keputusan majelis hakim. Terbukti, jaksa tidak mengajukan banding atas vonis tersebut.

Sebelumnya, jaksa juga tak menyanggah pledoi terdakwa saat ditanya majelis hakim sebelum pembacaan putusan. Jaksa hanya menyatakan tetap pada tuntutannya.

”Kami tetap pada tuntutan, saya tetap pada tuntutan yang mulia,” ucap Jaksa Nur Rachman.

Sebelumnya jaksa menuntut terdakwa hukuman selama 20 tahun penjara, denda sebesar Rp 10.000.000.000 subsider satu tahun kurungan.

Sementara terdakwa dan kuasa hukumnya Arip Budi Prasetijo tentu saja sumringah menerima putusan ini. ”Saya terima putusan ini Pak Hakim,” ujar pengarca Arip Budi Prasetijo.

Terungkapnya perkara kepemilikan sabu ini bermula dari laporan masyarakat k epihak kepolisian pada Sabtu 29 Juli 2017. Dari laporan ini, polisi melakuka penyelidikan.

Hingga pada Minggu 30 Juli 2017 sekira pukul 09,15 wib Petugas melihat terdakwa sedang berjalan kaki dan berhenti tepat di perempatan YON ZIPUR, tak lama kemudian ada sebuah bus Lorena berhenti tepat disamping terdakwa kemudian salah seorang menyerahkan tas ransel dan diterima oleh terdakwa.

Selanjutnya terdakwa Totok kembali pulang kerumah, selang 10 menit kemudian, terdakwa kembali keluar dengan menenteng tas ransel tersebut sambil berjalan kaki. Sesampainya di perempatan mandala Jalan Lombok Pasuruan, terdakwa bertemu dengan seseorang yang dimaksud untuk menyerahkan barang haram tersebut.

Ketika menyerahkan barang bawaannya tiba tiba terdakwa digerebek oleh Petugas yang telah mengintainya. Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti berupa (1) satu buah tas ransel warna biru kuning yang didalamnya berisi sabu seberat total 3,017 kilogram. Masing masing paket berisi sabu seberat 1,013 gram, 1,005 gram, 999 gram.  (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *