Soal PD Pasar, Risma Tunggu Dirut Devinitif

oleh
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat mencoba Suroboyo Bus.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini nampaknya cukup berhati-hati dalam memilih Direktur Utama (Dirut) untuk Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya. Terbukti, meski proses penjaringan sudah berulang kali digelar, ternyata tidak ada satupun yang dipilih.

Untuk mengisi sejumlah posisi yang kosong di PD Pasar, Risma mengaku telah mendorong pegawai yang memiliki kompetensi untuk berani maju. Apalagi, di internal BUMD milik pemerintah kota itu ada beberapa pegawai yang memiliki kemampuan.

“Kita dorong yang bagus-bagus untuk ikut maju. Tapi saya tidak tahu kenapa selama ini mereka kok gak ikut daftar,” ujar Risma, Rabu (2/5/2018).

Akibat belum adanya direktur devinitif, Risma mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. “Saya belum bisa ambil sikap jika direkturnya belum devonitif,” tegas Risma.

Begitu juga soal kemungkinan memakai dana APBD untuk mendukung operasional di PD Pasar Surya, mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) ini memastikan tidak bisa.

“Tidak bisa makai APBD. Makanya kita sedang bahas,” imbuh Risma.

Risma mengakui kondisi di PD Pasar sekarang memang tidak menentu. Salah satu penyebabnya adalah adanya pemblokiran rekening Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) Surabaya oleh Kanwil Pajak Jawa Timur.

“Kesalahan itu terjadi sebelum saya jadi wali kota. Tapi di blokirnya ketika saya menjabat wali kota,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Surabaya memutuskan memilih Pelaksana Tugas (Plt) untukengisu kekosongan masa jabatan seluruh direksi yang habis.

Plt Kepala Badan PerencanaanPembangunan Kota (Bappeko), M Taswin menyebutkan sesuai dengan undang-undang nomor 25 tahun 2009, pemilihan Plt tidak boleh diisi PNS termasuk BUMD atau BUMN.

“Sesuai undang-undang, PNS, BUMD termasuk BUMN tidak boleh menjabat sebagai komisaris atau badan pengawas di lingkungan perusahaan daerah,” ungkapnya.

Ada tiga nama direksi beserta jabatan sementara yang dipilih. Tiga nama tersebut di antaranya adalah, mantan direktur Teknik dan Usaha, Zendy Ferryansah diperpanjang menjadi Plt Dirut Teknik dan Usaha.

Kemudian Yayuk Mujianti mantan Kabag akuntansi PDPS, diangkat sebagai Plt Dirut Administrasi Keuangan.

Sedangkan Wahyu Siswanto dari internal PDPS diangkat menduduki posisi Plt Dirut Pembinaan Pedagang. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *