Software Go-Jek Bikinan India, Slogan Karya Anak Bangsa Hanya Omong Kosong

Logo Aplikasi Go-jek.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA –  Isu slogan “Karya Anak Bangsa” yang selama ini dibanggakan Go-Jek hanya sebuah kampanye untuk menggaet hati masyarakat semakin terbukti. Karena faktanya, sejumlah piranti lunak bisnis start up yang meroket di Indonesia itu ternyata hasil kreasi para teknisi India.

Rahasia yang selama ini hanya menjadi isu publik kini menjadi semakin terang setalh Duta Besar India untuk ASEAN Suresh Reddy membongkar faktanya.

“Kalian tahu, ada ada siapa di balik Go-Jek? Ya, softwareGo-Jek justru dibuat oleh para engineer dari India,” beber Reddy dalam sesi jumpa pers di konferensi India-ASEAN Ict Expo 2017 di Shangri-La Ballroom, Jakarta, Rabu (6/12).

Tetapi Reddy tak mau membocorkan lebih lanjut jenis software Go-Jek yang dibuat para engineer India itu. Ia hanya meyakinkan bahwa keberhasilan Go-Jek menjadi unicorn startup saat ini tak lepas dari software besutan para engineer dari negaranya.

Keterlibatan engineer asal India dengan Go-Jek sejatinya sudah bukan lagi jadi rahasia. Sebelumnya, perusahaan yang digawangi Nadiem Makarim tersebut sudah lebih dulu melakukan ekspansi ke luar negeri, salah satunya India. Mereka bahkan dilaporkan membangun kantor cabang di Bengaluru.

Selain itu, pada September 2016, Go-Jek juga dikabarkan telah mengakuisisi Pianta, perusahaan yang bergerak di bidang home dan healthcare. Akuisisi dilakukan untuk memperlancar upaya Go-Jek menghadirkan layanan Go-Med saat itu.

Tak cuma itu, akuisisi lain yang dilakukan Go-Jek juga terjadi pada C42 dan CodeIgnition. Akuisisi diduga untuk mengatasi isu teknis berupa bug di dalam aplikasi Go-Jek.

Go-Jek juga bahkan dikabarkan membangun pusat riset dan pengembangan (R&D, Research and Development) di India.

Adapun pertumbuhan Go-Jek tak dimungkiri cukup signifikan. Pada Agustus 2016, Go-Jek meraup pendanaan 550 juta USD atau sekitar Rp 7,2 triliun. Ini membuat nilai valuasi Go-Jek meroket menjadi 1,3 miliar USD atau setara Rp 17 triliun dan membuatnya menjadi salah satu unicorn startup di Asia Tenggara. (lpn/mun)

Tags: