Stadion GBT Banyak Kerusakan, Ini Saran Dewan Untuk Dispora dan OPD Terkait

oleh
Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana bersama sejumlah anggota DPRD saat melakukan Sidak ke GBT.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Jelang bergulirnya Liga 1 sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta segera mempercepat proses perbaikan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Permintaan itu disampaikan Ketua Ketua Komisi D (pendidikan dan kesra) DPRD Kota Surabaya, Agustin Poliana.

Politisi dari PDI-P ini meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menjalankan fungsinya melakukan pemeliharaan terhadap stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Apalagi, dari hasil inspeksi ke GBT banyak ditemukan kerusakan.

Pantauan di lokasi, kerusakan yang ada di Gelora Bung Tomo meliputi banyak aspek. Mulai dari pencahayaan di dalam stadion yang belum memenuhi stadart hingga belum adanya scoring board.

“Sangat kita sayangkan stadion semegah itu belum memiliki scoring board,” sesalnya.

Selain dua permasalahan itu, Dispora bersama OPD terkait juga harus segera mencarikan soal masalah lahan parkir. Itu belum termasuk perbaikan plafon dan sekat yang sudah jebol, kamar mandi yang tak terawat hingga banyaknya kran yang hilang.

“Kondisi ini terjadi karena minimnya perhatian,” tegas politisi senior dari PDI-P ini.

Ditanya soal besaran anggaran perawatan untuk stadion seperti GBT. Agustin menyebutkan alokasi anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit, yaitu mencapai Rp 100 miliar.

Namun, untuk kesiapan Liga 1 pemerintah kota segera membenahi sejumlah kerusakan yang ada. Ia memperkirakan sebelum liga 1 berjalan, 10 Maret mendatang perbaikan sudah tuntas.

Menurutnya, untuk percepatan pembenahan, dan pengadaan barang prosesnya tak melalui lelang. “Semua pengadaan lewat penunjukan langsung (PL),” terangnya.

Saat ini, tim anggaran Bappeko dan Bagian Bina program melakukan koordinasi untuk menaksir besaran anggaran yang dibutuhkan dalam perbaikan stadion.

Diberitakan sebelumnya, hingga saat Persebaya Surabaya belum  menerima rekomendasi dari PSSI terkait penggunaan  GBT sebagai home base Persebaya dalam Liga 1. Penyebabnya, masih ditemukan beberapa kekurangan di stadion tersebut.

Sebut saja soal pencahayaan di GBT. Sesuai standar dari PSSI, pencahayaan di stadion yang digunakan klub dalam Liga 1 penerangannya minimal 1200 Lux. Sedangkan di Gelora Bung Tomo baru 1100 Lux. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *