Stasiun Bangil Lumpuh Akibat Banjir, Penumpang Diangkut Bus

Para penumpang kereta api harus menunggu jemputan bus di Stasiun Bangil akibat banjir.

GLOBALINDO.CO, PASURUAN – Operasionalisasi Stasiun Kereta Api Bangil, Pasuruan lumpuh akibat rel kereta api yang terendam banjir, Senin (27/11/2017). PT KAI terpaksa mengangkut ratusan penumpang menggunakan bus.

Lumpuhnya Stasiun Bangil disebabkan bantalan rel kereta api yang terendam banjir di wilayah di Porong, Sidoarjo. Ratusan penumpang kereta api dari Malang dan Banyuwangi sempat terlantar di Stasiun Bangil lantaran kereta yang membawa mereka terpaksa tak bisa melanjutkan perjalanan.

Para penumpang akhirnya harus menunggu bus yang disediakan PT KAI. Mereka dibawa ke Stasiun Gubeng, Surabaya menggunakan bus agar bisa melanjutkan perjalanan sesuai tujuan.

(Baca Juga: Banjir Pasuruan Hambat Perjalanan Kereta Api)

“Saya mau ke Purworejo, nunggu bus (operan) sudah dua jam,” kata Ucik Suharto, salah seorang penumpang kereta api di Stasiun Bangil.

Hal senada diungkapkan penumpang lain, Dwi Kapti. Ia mengaku sudah menunggu lama bus jemputan.

“Tujuan saya ke Kutoarjo,” ungkapnya.

Kondisi penumpang terlantar ini sudah terjadi sejak Minggu (26/11/2017). Pada Minggu malam, bahkan banyak penumpang yang memilih menggunakan bus penumpang umum untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Mereka nekat naik bus umum meski relatif mahal.

Banjir rel KA di KM 32+800 s/d km 33+100 antara Stasiun Porong -Stasiun Tanggulangin sedalam 15 -25 centimeter yang terjadi sejak Minggu menyebabkan sejumlah perjalanan dari dan ke Surabaya terganggu.

Pada hari Minggu, ada 9 perjalanan KA dari dan ke Banyuwangi terhenti. KA Sri Tanjung relasi Banyuwangi-Yogyakarta, KA Probowangi, KA Mutiara Timur Premium dan KA Mutiara Timur Malam relasi Banyuwangi-Surabaya tertahan di Stasiun Bangil.

Sedangkan KA Sri Tanjung relasi Yogyakarta-Banyuwangi, KA Logawa relasi Purwokerto-Jember, KA Ranggajati relasi Cirebon-Jember, KA Mutiara Timur Premium dan KA Mutiara Timur Malam relasi Surabaya-Banyuwangi tertahan di Stasiun Sidoarjo.(dtc/ziz)