Suap Reklamasi, KPK Temukan DUit Rp 133 Juta di Rumah Sanusi

Tim penyidik KPK saat menggeledah rumah Anggota DPRD DKI dari Partai Gerindra, Mohammad Sanusi, Rabu (4/5) lalu.

Tim penyidik KPK saat menggeledah rumah Anggota DPRD DKI dari Partai Gerindra, Mohammad Sanusi, Rabu (4/5) lalu.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan duit USD 10.000 atau  sekitar Rp 133 juta dalam penggeledahan di kediaman Anggota DPRD DKI, Mohamad Sanusi pada Rabu (4/5) lalu. Duit itu ditemukan penyidik KPK di brangkas milik tersangka kasus suap Raperda Reklamasi Teluk Jakarta tersebut.

“Penyidik membongkar brankas dan ditemukan uang sebesar USD 10.000 dalam pecahan USD 100 sebanyak 100 lembar,” kata Yuyuk, di Jakarta, Senin (9/6).

Penyidik menggeledah kediaman Sanusi di daerah Jakarta Selatan, tanggal 4 Mei 2016, sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, KPK belum dapat memastikan sumber uang tersebut.

Penyidik KPK akan menanyakan hal itu kepada Sanusi. “Sedang didalami asal uangnya,” ujar Yuyuk.

Sanusi tertangkap basah penyidik KPK menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Presdir PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja dan Personal Assistant Agung Podomoro Land, Trinanda Prihantoro. Ketiganya lantas ditetapkan sebagai tersangka.

Suap tersebut diduga terkait dengan pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) Provinsi Jakarta Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Kendati intens memeriksa saksi-saki namun hingga kini KPK belum menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut. KPK juga masih menelisik adanya aliran dana berkaitan pembahasan Raperda ke DPRD DKI Jakarta. (bs/gbi)