Sukmawati Sudah Minta Maaf, Pelapor Minta Proses Hukum Berlanjut

oleh
Sukmawati Soekarnoputri usai menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik, Rabu (4/4).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Para pelapor dugaan penistaan agama menyatakan tak akan mencabut laporannya, meski Sukmawati Soekarnoputri sudah meminta maaf ke publik. Mereka menganggap, proses hukum harus tetap dilanjutkan untuk memberi pelajaran agar tidak ada lagi perbuatan serupa.

Salah satu pelapor, Ketua DPP Hanura Amron Asyhari, menilai proses hukum harus berlanjut untuk pembelajaran kepada masyarakat supaya tidak lagi menyinggung persoalan agama. Amron mengaku akan menggunakan kuasa hukum dari kantor Nugroho Djayusman untuk laporannya tersebut.

“Saya pribadi sampai detik ini masih tetap bertekad meneruskan laporan kepolisian yang sudah masuk, biarkan proses hukum tetal jalan, ini buat pembelajaran yang lain agar mereka yang senang berkata kurang baik bisa menahan diri,” tuturnya, Rabu (4/4).

Pelapor lain, Denny Andrian mengaku telah memaafkan Sukmawati. Tetapi katanya, proses hukum akan terus dilanjutkan. (Baca juga: Sambil Menangis, Sukmawati Tegaskan Tak Berniat Lecehkan Islam).

“Tetap lanjut, saya tidak akan cabut (laporan). Kalau Sukmawati minta maaf, saya maafkan tapi biarkan proses hukum tetap berjalan,” ujarnya saat dihubungi , Rabu (4/4).

Menurut Denny, tindakannya tersebut untuk memberi pelajaran kepada siapapun supaya hati-hati dalam memilih kata untuk diucapkan. Dia mengaku tidak peduli siapapun orang tersebut akan tetap diproses hukum jika sudah menyinggung agama.

Ia mengaku sudah menunjuk kuasa hukum dari kantor advokat Nugroho Djayusman untuk melanjutkan kasus tersebut. “Saya berharap kasus ini naik sama halnya kasusnya Ahok. Siapapun dia (Sukmawati), tidak bisa kalimat apapun disandingkan dalam puisi yang namanya sari konde. Dia bisa cari kalimat yang lain,” tuturnya.

Laporan Denny telah diterima dengan LP/1782/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 3 April 2018. Sementara laporan Amron terdaftar dengan LP/1785/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 3 April 2018.

Selain Amron dan Denny, Sukmawati juga dilaporkan seorang bernama M Subhan di Bareskrim. Laporan tersebut diterima dengan nomor laporan polisi : LP/445/IV/2018/Bareskrim. Setelah itu Sukmawati juga dilaporkan Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur. Laporan itu diterima dengan nomor polisi LPB/407/IV/2018/UM/Jatim.

Siang tadi, dua elemen masyarakat turut melaporkan Sukmawati ke Bareskrim dengan alasan serupa.
Dalam seluruh laporan polisi itu, Sukmawati diduga melanggar Pasal 156 dan Pasal 156 huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penodaan Agama.

Atas persoalan ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap polemik puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri tak perlu dibawa ke ranah hukum karena pelaku sudah meminta maaf. Menurutnya, lebih baik masalah yang berakar dari kesalahpahaman ini diselesaikan dengan cara dialog dan kekeluargaan.

“Indonesia ini kan masyarakat yang penuh kekeluargaan, saling toleransi, saling merhormati, menghargai pandangan yang beragam, dan saling memaafkan,” ujar Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/4).

Lukman mengatakan, kesalahpahaman dalam menangkap suatu karya seni lumrah terjadi. Sebab, ekspresi yang disampaikan seniman bisa dicerna berbeda oleh penikmatnya. Apalagi, jika karya seni tersebut berisikan kalimat-kalimat metafora atau ungkapan tidak langsung yang bisa menimbulkan interpretasi beragam.

Sebelumnya, ia mengaku telah meminta Sukmawati untuk menyampaikan permohonan maaf. Menurutnya, permintaan ini sudah disampaikan ke Sukmawati beberapa saat yang lalu.

“Saya kemarin menyarankan lebih baik dan dengan jiwa besar, beliau bisa menyampaikan permohonan maaf khusus bagi mereka-mereka yang merasa tidak nyaman dengan puisi itu. Sebaliknya, yang lain juga bisa memaafkan terhadap apa yang dibuat oleh ibu Sukmawati dengan puisinya itu,” paparnya. (cni/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *