Surabaya Akhirnya Miliki Lintasan Atletik Berstandar Internasional

 

Lapangan THOR yang baru saja diresmikan Walikota Surabaya, Tri Rismarini. Dalam peresmian itu juga digelar perlombaan eksebisi untuk nomor 100 meter. 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kota Surabaya, akhirnya memiliki lintasan atletik berstandar internasional. Kepastian itu, setelah Walikota Surabaya, Tri Rismaharini meresmikan lapangan THOR, Kamis (12/10/2018).

Peresmian lapangan THOR secara tidak langsung menambah sejumlah venue olahraga berstandar internasional yang dimiliki pemerintah kota. Sebelumnya sudah ada lapangan hockey dan lapangan soft ball di kawasan Dharmawangsa.

Tri Rismaharini menyampaikan, lapangan THOR yang merupakan singkatan dari Tot Heil Onzer Ribbenkast ini sarat nilai sejarah. Dari sana lahir banyak atlet atletik Surabaya yang punya pestasi internasional. Salah satunya Henny Maspaitella.

“Ini lapangan kenangan saya. Saya dulu tiap pagi latihan lari di sini. Salah satunya dengan Henny Maspaitella,” ujar Tri Rismaharini.

Kini, dengan ‘wajah baru’ lapangan THOR, Risma berharap akan ada lebih banyak anak Surabaya menyukai atletik. Menurutnya, selama ini, peminat atletik masih belum sebanyak beberapa cabang olahraga lain seperti sepak bola atau basket.

“Atletik ini peminatnya sedikit. Dengan adanya lapangan bagus sesuai standar internasional, harapannya anak-anak tertarik dan bisa berpreestasi. Semakin anak-anak punya banyak aktifitas, mereka akan terhindar dari kenakalan remaja dan narkoba,” sambungnya.

Setelah lapangan THOR, Pemkot Surabaya tidak akan berhenti untuk terus menyiapkan fasilitas olahraga dengan standar internasional bagi warganya. Risma menyebut Pemkot Surabaya berencana membangun lapangan berstandar internasional bagi beberapa cabang olahraga lainnya.

“Saya ingin memberikan atlet panahan yang standar internasional, juga aquatic dan lapangan tembak,” tegas mantan Kepala Bappeko ini.

Dalam peresmian tersebut, ratusan atlet profesional ikut melakukan eksebisi untuk nomor lari 100 meter, 200 meter juga lempar lembing, lempar cakram dan tolak peluru.

Mantan atlet atletik Indonesia, Heny Maspaitela menyampaikan, diresmikannya lintasan lari dan atletik di lapangan THOR ini merupakan kebanggaan bagi Surabaya. Selama ini Surabaya dan Jawa Timur, masih kalah dengan provinsi lain seperti Jawa Barat dalam hal memiliki lapangan atletik berstandar internasional.

“Bagi saya, ini ibarat mimpi yang menjadi kenyataan. Surabaya kini punya lapangan yang luar biasa khusus untuk atletik. Biasanya kan jadi satu sama lapangan sepak bola,” ujarnya.

Menurut peraih medali emas di SEA Games 1978 dan 1981 di nomor 100 meter dan 200 meter yang jadi spesialisasinya, lapangan THOR layak menjadi kebanggaan. Dia menyebut kualitas lintasan lari dan lapangan atletiknya sangat bagus.

Semisal tartan (lintasan karet) yang yang disebutnya lebih tebal dari lapangan atletik lainya di Surabaya. Termasuk juga keberadaan tribun penonton.

“Harapan saya, lapangan ini bisa menelurkan atlet-atlet berprestasi internasional,” sambung dia.

Untuk diketahui, Lapangan Thor menempati lahan seluas 1.483,56 meter persegi. Lapangan atletik ini memiliki tribun untuk penonton berkapasitas 1.118 orang.

Dilengkapi peralatan olaraga atletik seperti lempar lembing, tolak peluru, lempar cakram, dan lompat galah berstandar internasional. (bmb/gbi)