Surabaya Terendam Banjir, Komisi C Minta Wali Kota Evaluasi Kinerja Dinas Terkait


Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinsensius Awey meminta Wali Kota Surabaya segera mengevaluasi kinerja dinas terkait atas banjir yang terjadi di Surabaya tadi malam.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinsensius Awey meminta Wali Kota Surabaya segera mengevaluasi kinerja dinas terkait atas banjir yang terjadi di Surabaya tadi malam.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Anggota Komisi C (pembangunan) DPRD Surabaya, Vinsensius meminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengevaluasi kinerja dinas terkait atas banjir yang terjadi tadi malam.

Vinsensius mengingatkan banjir yang terjadi tadi malam bukan hanya sebuah kebetulan. Tapi hal tersebut mengindikasikan ada kebijakan yang salah dan perlu segera diperbaiki.

“Saya berharap ibu Wali Kota Surabaya segera mengevaluasi kinerja dinas terkait. Kalau memang tidak mampu ya lebih baik diganti,” tegas Awey, sapaan Vinsensius, Selasa (31/5/2016).

Awey menjelaskan ada banyak hal yang melatarbelakangi terjadinya banjir seperti tadi malam di Surabaya. Diantaranya, Sistem Drainase Master Plane (SDMP) yang diterapkan di Surabaya sudah ketinggalan jaman alias tidak update.

“SDMP yang digunakan pemkot sekarang itu produk 10 tahun yang lalu. Padahal kondisi Surabaya sekarang dengan 10 tahun lalu itu sudah jauh berbeda,” kritiknya.

Jika pada sepuluh tahun lalu Surabaya masih memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang cukup luas, kini jumlahnya terus berkurang. Hal itu diperparah dengan semakin menjamurnya bangunan vertikal yang dari waktu ke waktu terus bertambah.

“SDMP kita harus dirubah dan disesuaikan dengan kondisi kekinian,” saran Awey.

Faktor lain yang menjadi penyebab banjir di Surabaya adalah kesalahan pemkot dalam menunjuk rekanan untuk pengerjaan proyek saluran. Tidak sedikit rekanan yang ditunjuk tidak kompeten mengerjakan proyek drainase.

Belum lagi, anggaran yang sedianya digunakan untuk mengerjakan proyek kerap mendapat potongan. Alhasil proyek yang dikerjakan menjadi asal-asalan lantaran minimnya anggaran yang tersedia.

“Itu diperparah dengan adanya pengawas yang kerjanya hanya duduk di belakang meja. ” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mmeminta masyarakat introspeksi dengan tidak membuang sampah di saluran. Sebab salah satu penyebab banjir karena ulah dari masyarakat sendiri.

“PR utama bu Risma bukan lagi soal membangun taman dan penghijauan. Tapi mengatasi banjir di Surabaya,” ingat politisi dari Partai Nasdem ini.

Oleh karena, diusia Kota Surabaya yang ke-723 ini dirinya berharap Tri Rismaharini segera menyelesaikan berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. (bmb/gbi)