Survei: Anies Lebih Disukai Ketimbang Ahok

No comment 209 views
Basuki Tjahaja Purnama (kiri) dan Anies Baswedan (kanan).

Basuki Tjahaja Purnama (kiri) dan Anies Baswedan (kanan).

GLOBALINDO.O, JAKARTA – Satu lagi hasil survei yang memperkuat penurunan elektabilitas pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Dajrot Syaifu Hidayat di Pilgub DKI 2017. Bahkan dari hasil survey PolMark Research Center (PRC) itu menunjukkan perolehan suara Ahok-Djarot kalah dibanding pesaing kuatnya, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Meskipun pada akhirnya, kedua pasangan calon tetap lolos dan akan bertarung sengit di putaran kedua. Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, berpotensi mendulang suara terbanyak dalam putaran pertama disusul duet Ahok-Djarot di urutan kedua.

“Tersedia potensi yang cukup besar, petahana dapat ditumbangkan dalam Pilkada Jakarta 2017 ini,” kata Direktur Eksekutif PRC Eep Saefulloh Fatah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/10).

Sedangkan popularitas Anies yang menyentuh angka 82,8 persen mendapat simpati publik ibukota sebesar 63,1 persen. Anies lebih disukai dibanding Ahok dan Agus.

Ahok memang mendulang popularitas tertinggi di antara semua kandidat. Angka menunjukkan 97,1 persen warga Jakarta mengenal Ahok. Namun hanya 58,3 persen yang mengaku menyukai Ahok.

Untuk cagub dari Partai Demokrat-PAN, Agus Harimurti Yudhoyono mendapat popularitas  sebanyak 81,5 persen. Tapi hanya 53,5 persen yang menyukainya.

Adapun untuk calon wakil gubernur, Djarot Saiful Hidayat masih menjadi orang yang lebih dikenal dibanding Sandiaga Uno dan Sylviana Murni. Popularitas Djarot pada survei Oktober ini mencapai 79,6 persen. Namun responden yang menyukai sosok kader PDIP itu hanya 46,9 persen.

Untuk Sandiaga, sebanyak 75,6 persen responden mengenalnya, tapi responden lebih suka dia dibanding Djarot, yaitu sebesar 50,8 persen. Sedangkan untuk Sylviana, 56,1 persen responden mengaku mengenal dia, tapi hanya 32,7 persen yang menyukainya.

Menurut Eep, secara umum, warga Jakarta menilai Ahok dan Djarot berhasil dalam hal penyediaan transportasi umum yang memadai, pembersihan sungai-sungai di Jakarta, perbaikan fasilitas angkutan dan jalan raya, serta perbaikan kinerja birokrasi. Sedangkan untuk menanggulangi banjir, kemacetan, penertiban permukiman liar, dan pedagang kaki lima, mereka dinilai gagal.

Eep mengatakan, pada surveinya Oktober ini, Ahok tetap menjadi calon gubernur yang paling dikenal oleh 1.100 responden yang diwawancarai. Berkaca pada hasil riset ini, Eep memperkirakan Ahok lebih mudah dikalahkan dalam Pilkada DKI Jakarta pada Februari 2017 nanti dibanding beberapa bulan lalu. (Baca: Survei Median: Elektabilitas Anies-Sandiaga Terus Naik, Ahok-Djarot Tertekan).  (tp/gbi)