Survei: PDIP Parpol dengan Elektabilitas Paling Tinggi

oleh
Kantor DPP PDIP.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Jelang Pilpres 2019, sejumlah lembaga survei menggerakkan mesinnya. Terbaru, Populi Center merilis hasil surveinya terkait elektabilitas partai politik (Parpol) di Indonesia.
Hasilnya, PDIP menempati posisi utama sebagai Parpol dengan elektabilitas paling tinggi. Posisi kedua ditempati Partai Golkar dan posisi ketiga diisi Partai Gerindra.

Survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia pada 7-16 Februari 2018. Terdapat 1.200 responden yang diwawancarai dan dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Margin of error survei +- 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Proporsi gender dalam survei ditentukan 50:50.

(Baca Juga: Elektabilitas Jokowi Tak Terkalahkan di Berbagai Survei)

Survei dilakukan di 120 kecamatan dengan setiap kelurahan dipilih 10 responden dari dua RT. Besaran sampel tiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi populasi dari data sensus BPS.

Berdasarkan hasil survei terkait elektabilitas Parpol, PDIP berada di posisi pertama dengan hasil 28,6%. Disusul oleh Partai Golkar dengan 10,7%.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati Partai Gerindra dengan 10,2%. Posisi Gerindra turun satu tingkat dibanding survei yang digelar di bulan Desember 2017 dengan presentase 12,2%.

Partai lain yang masuk di Top 5 adalah PKB yang meraih 7,9%. Selanjutnya, PPP dengan angka 4,3%.

Peneliti Populi Center, Hartanto Rosojati mengungkapkan, jika mengacu survei pada bulan Januari 2015, sejumlah Parpol mengalami dukungan yang fluktuatif. Namun, di tengah naik turunnya dukungan itu, PDIP dinilai sebagai partai yang paling mendapat insentif elektoral terbesar.

“Untuk partai politik selain PDIP, tren dukungan masih dalam rentang margin of error, artinya dapat dikatakan tidak ada perubahan signifikan/stagnan,” kata Hartanto di kantor Populi Center, Jalan S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (28/2/2019).(dtc/ziz)

Hasil survei elektabilitas Parpol oleh Populi Center pada Februari 2018:

1. PDIP 28,6 %
2. Partai Golkar 10,7 %
3. Partai Gerindra 10,2 %
4. PKB 7,9%
5. PPP 4,3%
6. NasDem 4,1 %
7. Perindo 3,9 %
8. Partai Demokrat 3,1 %
9. PKS 2,8 %
10. PAN 1,5 %
11. Partai Hanura 0,5 %
12. PSI 0,3 %
13. PBB 0,3 %
14. Partai Berkarya 0,1 %
15. Tidak tahu/tidak jawab 21,8 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *