Survei SMRC: Ahok-Djarot 45 Persen, Dua Rivalnya Bersaing 20-an Persen

Enam kandidat dari tiga pasangan calon Gubernur-Wagub DKI Jakarta 2017.

Enam kandidat dari tiga pasangan calon Gubernur-Wagub DKI Jakarta 2017.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Sebagai calon petahana, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat kembali dijagokan menang di Pilkada DKI Jakarta 2017.  Elektabilitas duet yang diusung PDI-P, Golkar, NasDem dan Hanura ini menapai 45,4 persen, berdasar hasil suvei Saiful Mujani Research Center (SMRC).

Adapun dua rival mereka, Agus-Sylviana dan Anies-Sandiaga, dari hasil survei yang dirilis pada Kamis (20/10), bersaing di kisaran angka 20-an persen. Agus-Sylviana sebesar 22,4 persen dan Anies-Sandiaga memiliki elektabilitas 20,7 persen.

Sebanyak 11,6 persen responden lainnya menjawab tidak tahu atau rahasia terkait siapa yang dipilihnya dalam pilkada. Survei ini dilakukan pada 1-9 Oktober 2016 terhadap 648 responden warga DKI.

Direktur Program SMRC, Sirojudin Abbas menyebutkan, tingginya elektabilitas Ahok-Djarot terkait erat dengan tingkat kepuasan warga DKI terhadap mereka. Sebanyak 75 persen merasa puas dengan kinerja Ahok-Djarot.

“Ini merupakan peningkatan 5 persen dari kepuasan terhadap kinerja Ahok pada survei Agustus 2016. Sementara itu, yang kurang atau tidak puas hanya mencapai 22 persen,” kata Sirojudin di Hotel Pan Pacific, Jakarta Pusat, Kamis (20/10).

Data ini diperkuat hasil survei responden, sebesar 26,4 persen memilih pasangan calon atas dasar sudah ada bukti nyata hasil kerjanya. Alhasil, mereka pun dipilih oleh 48,8 persen responden atas bukti kerjanya.

“Analisis regresi multinominal menunjukkan bahwa penilaian pemilih terhadap pelaksanaan pemerintahan, kondisi ekonomi, dan kinerja petahana berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih calon gubernur dan wakil gubernur,” ujar Sirojudin. Ia mengatakan bahwa survei SMRC didanai oleh SMRC sendiri.

Petahana dinilai unggul karena pemilih Jakarta cenderung rasional dan lebih mengandalkan kinerja. Petahana sangat dipengaruhi oleh penilaian warga atas kinerjanya.

“Karena kinerja incumbent secara umum dinilai positif, maka pasanganincumbent untuk sementara ini unggul atas penantangnya sekitar 23 persen,” ujar Sirojudin.

Survei dilakukan secara multistage random samplingMargin of error rata-rata sebesar kurang lebih 3,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populasi tersebar 23,3 persen di Jakarta Barat, 10,9 di Jakarta Pusat, 22,1 persen di Jakarta Selatan, 27,4 persen di Jakarta Timur, 16,0 persen di Jakarta Utara, dan 0,3 persen di Kepulauan Seribu. (kc/gbi)