Surya Paloh Rombak Besar-besaran Pengurus Partai Nasdem, Johnny Plate Jadi Sekjen

Johnny G. Plate yang ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru Partai Nasdem.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh melakukan perombakan besar-besaran pada struktur kepengurusan partainya. Perombakan besar-besaran dikabarkan dilakukan Paloh untuk menghadapi momentum Pemilu 2019. Di samping itu, pada 2018 juga akan dilaksanakan Pilkada di 171 daerah. Meski tak bisa dipungkiri jika Nasdem cukup tertampar dengan penangkapan kadernya di Tegal baru-baru ini lantaran korupsi.

(Baca Juga: Ketua Partai NasDem Brebes Disebut Otak Korupsi Walikota Tegal)

Dalam prombakan organisasi ini, Partai Nasdem menunjuk Johnny G. Plate sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru partai. Penunjukan dilakukan dalam mekanisme internal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai pada Senin (4/9/2017) lalu.

Johnny menuturkan, saat ini pihaknya masih menunggu Surat Keputusan kepengurusan baru dari Kementerian Hukum dan HAM.

“Ini kan masih dalam proses. Itu kan biasa (restrukturisasi) internal partai politik,” kata Johnny di Jakarta.

Tak hanya pada posisi Sekjen, Nasdem juga melakukan perombakan besar-besaran atau restrukturisasi kepengurusan partai.

Namun, Anggota Komisi XI DPR itu mengaku tak tahu alasan penunjukan dirinya sebagai Sekjen.

Hal itu, menurutnya, adalah hak prerogatif Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh. Hanya saja, karena dilakukan bersamaan dengan restrukturisasi kepengurusan, maka penunjukan Sekjen dibicarakan dalam rapat pimpinan DPP.

Restrukturisasi kepengurusan tak hanya dilakukan pada tingkat pusat namun juga dilakukan di tingkat daerah dalam rangka mempersiapkan pemilu. Namun, restrukturisasi di tingkat daerah telah lebih dulu dilakukan oleh masing-masing daerah.

Meski telah ditunjuk sebagai Sekjen partai, namun Johnny belum memastikan apakah dirinya akan mundur atau tidak sebagai anggota DPR.

Ia akan melihat dulu seberapa besar kerja Sekjen partai. Sebab, meski rutinitas kerja seorang Sekjen partai tinggi, namun saat ini banyak hal dapat dilakukan secara virtual.

Lama menjabat sebagai CEO perusahaan, ia mengaku terbiasa dengan pola komunikasi seperti itu.

“Kalau akan mengganggu kinerja saya di DPR, saya enggak perlu di DPR. Tapi kalau tidak, tidak mundur,” tuturnya.

Adapun Johnny menggantikan Nining Indra Saleh yang menjabat pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Partai Nasdem setelah Sekjen lama, Patrice Rio Capella tersangkut perkara suap di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Johnny bertugas di Komisi XI DPR yang membidangi keuangan serta didapuk sebagai Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR. Sebelum ditunjuk sebagai Sekjen, Johnny menjabat Ketua DPP bidang Energi, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup.(kcm/ziz)