Tabrakan 2 Kereta Api di Amerika, 2 Tewas, 116 Terluka

oleh
Tabrakan dua kereta api di Amerika Serikat.

GLOBALINDO.CO, COLUMBIA – Kecelakaan kereta api kembali melanda wilayah Amerika Serikat. Kereta api penumpang yang dioperasionalkan oleh Amtrak menghantam sebuah kereta barang. Tabrakan 2 kereta api ini merenggut 2 nyawa dan melukai sedikitnya 116 penumpang.

Tabrakan terjadi pada Minggu (4/2/2018) dini hari waktu setempat saat kereta api Amtrak bergerak dari New York menuju Miami. Saat melintas di kawasan Cayce sekira pukul 02.45 dini hari, kereta api Amtrak ini menghantam kereta barang yang sedang berhenti.

Kecelakaan 2 kereta api ini membuat ribuan liter minyak berceceran di lokasi kejadian dekat dengan Columbia, Carolina Selatan, Amerika Serikat.

(Baca Juga: Kereta Api Amtrak Jatuh dari Jembatan, 6 Tewas, 50 Luka)

Juru bicara pemerintah setempat, Harrison Cahill mengatakan, penumpang mengalami luka gores hingga patah tulang. Sementara korban tewas diidentifikasi sebagai personel kereta Amtrak, perusahaan kereta api penumpang di AS. Mereka adalah Michael Kempf, seorang ahli mesin kereta dan Michael Sella, konduktor kereta.

Ada sekitar 148 orang yang berada di dalam Kereta Amtrak nomor 91, termasuk 139 penumpang dan 8 kru kereta.

Sekitar 19.000 liter bahan bakar tumpah, namun Cahill memastikan hal tersebut tidak mengancam keselamatan penduduk sekitar.

Kereta api diperkirakan mencapai kecepatan 94 km/jam ketika menabrak kereta barang CSX.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi AS (NTSB) Robert Sumwalt mengatakan, penyelidik menemukan adanya pemaksaan perpindahan jalur kereta Amtrak sehingga menyebabkan kereta tersebut keluar dari jalur utama.

Manurutnya, investigasi penyebab kecelakaan akan memakan waktu 12 sampai 18 bulan.

Sementara, presiden perusahaan Amtrak, Richard Anderson menuduh sistem sinyal yang dijalankan kereta api barang sempat turun. Petugas operator CSX secara manual melakukan routing.

Pada Desember 2017, kereta Amtrak tergelincir di dekat DuPont, Washington DC, dan sebagian gerbong meluncur jatuh dari atas jembatan layang.

Insiden tersebut menyebabkan tiga orang tewas. Ahli teknik di kereta mengatakan kepada penyidik bahwa dia telah salah menangkap sinyal, sebelum kecelakaan mematikan tersebut terjadi.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.