Tahanan Lapas Salemba Kendalikan Penyelundupan Ribuan Pil Ekstasi

oleh
BNN dan Bea Cukai saat membeber hasil penggagalan penyelundupan ekstasi.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap jaringan penyelundupan 68 kilogram katinon dan 15.487 butir pil ekstasi. Jaringan ini ternyata dikenalikan oleh tahanan Lapas Salemba.

Direktur Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai, Heru Pambudi menyebut, penyelundupan pil ekstasi tersebut melibatkan dua tahanan Lapas Salemba, Jakarta.

Heru mengungkapkan, dari hasil controlled delivery di Cikarang, petugas mengamankan MJP yang datang mengambil paket di Kantor Pos. Petugas juga mengamankan tiga orang lainnya berinisial YH, RY, dan S.
“Dari hasil pemeriksaan petugas terhadap ketiga orang tersebut, mereka menyatakan diperintah oleh dua orang berinisial JN dan WL yang ternyata merupakan narapidana di Lapas Salemba,” ujar Heru dalam konferensi pers di Kantor DJBC, Jakarta, Senin (28/5/2018).

(Baca Juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,2 Juta Butir Ekstasi Asal Belanda)

Petugas pun mendapatkan nama seseorang berinisial AB. Data terkait AB diperoleh dari para tersangka yang telah ditangkap.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengungkapkan, barang haram itu dipesan khusus dari Eropa Barat.

Mantan Direktur Narkotika Bareskrim ini mengaku prihatin dengan masih adanya tahanan yang mengontrol peradaran narkotika.

“Ini jadi keprihatinan. Pengawasan yang sudah sedemikian ketat dilakukan Bea Cukai di perbatasan darat, bandara, dan perbatasan laut, tapi ternyata di Lapas longgar,” ungkap Arman.

Pengungkapkan kasus ini bermula ketika petugas mencurigai empat paket yang diduga berisi narkotika. Petugas kemudian memeriksa paket tersebut. Hasilnya, ditemukan tablet dalam masing-masing paket. Pada paket pertama ada 3.080 butir tablet, di paket kedua ditemukan 3.163 butir tablet, paket ketiga terdapat 2.993 tablet, dan paket keempat 3.268 tablet.

Tablet tersebut setelah diuji di minilab Bea Cukai Soekarno Hatta positif ekstasi. Paket-paket itu akan dikirimkan ke Cikarang, Bekasi; Bogor dan Bandung.

BNN dan DJBC kemudian melakukan controlled delivery dua paket barang kiriman tersebut ke Bogor dan Cikarang. Untuk dua paket sisanya, DJBC dan BNN berkoordinasi dengan Bea Cukai Bandung.

Pengembangan di Bogor dimulai pada 2 April 2018. Adapun dari hasil controlled delivery di Sukajadi, Bandung, petugas berhasil mengamankan seseorang yang mengambil paket tersebut berinisial TL pada 2 April 2018. Petugas juga mengamankan TL dan RWS. Mereka mengaku diperintah seseorang berinisial T alias JN untuk menitipkan barang di rumah LP dan RWS yang nanti akan diambil YH. YH sebelumnya ditangkap di Cikarang. T alias JN adalah orang yang sama yang memerintahkan YH ke Cikarang dan Bandung.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *