Target Molor 3 Bulan, Kontraktor Kebut Proyek Tol Mojokerto-Kertosono

Target Molor: Proyek pembangunan tol Mojokerto-Kertosono sepanjang 40,5 Km yang dikerjakan PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) masih menyisakan sekitar 6 Km. Pembangunan yang ditargetkan selesai Februari, harus molor hingga Mei 2017.

GLOBALINDO.CO, MOJOKERTO – PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) menggenjot penyelesaian proyek ruas tol Mojokerto-Kertosono yang menyisakan seksi 2 dan 4. Hal ini sebagai imbas molornya target penyelesaian ruas jalan tol tersebut hingga tiga bulan.

Semula,  PT MHI menargetkan proyek selesai Februari 2017. Namun, karena dalih cuaca buruk, pembangunan tol sepanjang 40,5 Km itu baru selesai Mei, sebelum lebaran 2017.

Kepala Divisi Operasional Tol Mojokerto-Kertosono PT MHI, Yanuar Firmanto mengatakan, progres konstruksi seksi 2 sepanjang 19,9 Km mencapai 70% atau tersisa 5,97 Km, sedangkan pembebasan lahan sudah 100%. Bagian ini membentang antara Desa Kedunglisari-Kecamatan Tembelang-Jombang sampai Desa Pagerluyung-Kecamatan Gedeg-Kabupaten Mojokerto.

“Saat ini pada tahap pengerasan dan pembangunan di Kesamben sampai Kedungmelati, Jombang,” kata Yanuar usai sosialisasi pengoperasian seksi 3 bersama Ditlantas Polda dan DLLAJ Jatim di Gerbang Tol Mojokerto, Rabu (8/3).

Yanuar menjelaskan, konstruksi di seksi 4 sepanjang 0,9 Km saat ini sudah mencapai 60% atau tersisa 0,36 Km. Pembebasan lahan sudah rampung. Bagian ini membentang antara Desa Gondangmanis dan Brodot di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, bakal menjadi penghubung antara Tol Mojokerto-Kertosono dengan Tol Solo-Kertosono.

Belum selesainya konstruksi di seksi 2 dan 4, kata Yanuar, membuat pengoperasian ruas Tol Mojokerto-Kertosono molor dari target. Akhir 2016, PT MHI menargetkan jalan bebas hambatan bagian dari Tol Trans Jawa ini selesai Februari 2017.

“Sementara ini kami kebut konstruksinya, kami optimistis semester 1 2017 selesai sehingga bisa kami operasionalkan, minimal untuk jalur lebaran. Kami berusaha keras supaya selesai semua, termasuk rambu dan lampu. Karena kami sudah janji ke Kementerian PUPR dan Ditlantas (Polda Jatim) untuk bisa digunakan sebagai jalur lebaran,” tutur Yanuar.

Ruas Tol Mojokerto-Kertosono sepanjang 40,5 Km terbagi dalam 4 seksi. Seksi 1 sepanjang 14,7 Km telah dioperasikan sejak Oktober 2014. Bagian ini menghubungkan Bandar Kedungmulyo dengan Tembelang Kabupaten Jombang.

Sementara seksi 3 sepanjang 5 Km antara Desa Kemantren-Kecamatan Gedeg hingga Desa Canggu-Kecamatan Jetis dioperasikan Desember 2016. Ruas tol Trans Jawa ini terputus pada seksi 2 yang sampai saat ini belum selesai. Akibatnya, ruas tol ini belum banyak dilalui kendaraan. Di seksi 3, traffic kendaraan rata-rata hanya 400 per hari, sedangkan seksi 1 2.500 kendaraan per hari. (dt/gbi)