Tawarkan Proyek Fiktif, Wong Daniel Dituntut 5 Tahun Penjara

oleh
Terdakwa Wong Daniel saat menjalani persidangan di PN Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sidang kasus proyek fiktif pengadaan kran dan valve di PDAM Balikpapan kembali digelar di PN Surabaya, Rabu (20/3/2019). Agenda sidang kali ini adalah pembacaan surat tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam tuntutanya, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jatim, Lujeng Andayani mmengenakan tuntutan kepada terdakwa Wong Daniel Wiranata dengan hukuman 5 tahun penjara.

Tak hanya proyek fiktif, Wong Daniel juga dianggap jaksa telah memalsukan Purchase Order (PO) dan stempel.

“Menuntut terdakwa Wong Daniel Wiranata dengan pidana penjara selama 5 tahun,” kata JPU Kejati Jatim, Lujeng Andayani saat membacakan surat tuntutannya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (20/3/2019).

Pada rincian surat tuntutan jaksa, pemalsuan tersebut pada 2014 saat Wong Daniel mendatangi Soetrisno Diharjo (pelapor) untuk menawarkan bisnis proyek pengadaan barang di daerah Balikpapan.

Dari pertemuan tersebut, saksi Sie Probowahyudi tertarik dikarenakan tergiur keuntungan yang besar. Lantaran tidak memiliki dana, Soertrisno Diharjo akhirnya mengenalkan terdakwa Wong Daniel ke saksi Sie Probowahyudi.

“Dari pertemuan tersebut, saksi Sie Probowahyudi tertarik karena dijanjikan keuntungan lima puluh persen,” tukas Lujeng

Dana tersebut diberikan secara bertahap kepada terdakwa Wong Daniel yang diserahkan melalui saksi Soetrisno Diharjo. Rp. 19,5 miliar dari kucuran dana itu, ternyata proyek pengadaan barang di PDAM tersebut tak kunjung terealisasi.

“terdakwa Wong Daniel dengan menggunakan CV Sarana Sejahtera tidak pernah mendapatkan tender proyek pengadaan barang di PDAM Balikpapan,” tambahnya.

Untuk mengakali niat busuknya, terdakwa Wong Daniel lantas menyampaikan kepada saksi korban akan mengembalikan modal pada proyek pengadaan barang tersebut. Dengan cara memerinrahkan anak buahnya untuk menerbitkan Bilyet Giro dari Bank BNI No. BV471011 disertai stempel PDAM Balikpapan.

“Purchase Order dan stempel PDAM Balikpapan yang tertera pada BG tersebut diketahui dipalsukan oleh terdakwa Wong Daniel,”ungkap JPU Lujeng dalam surat tuntutannya.

Atas tuntutan jaksa, terdakwa Wong Daniel Wiranata melalui kuasa hukumnya, Yudi Sukinto Wibowo akan mengajukan pembelaan yang sedianya akan dibacakan satu pekan mendatang.

“Kami ajukan pledoi,”kata Yudi Wibowo disambut ketukan palu ketua mejelis hakim Maxi Sigerlaki sebagai tanda berjamurnya persidangan.

Untuk diketahui, sebelumnya terdakwa Wong Daniel Wiranata didakwa dengan pasal berlapis, yakni melanggar pasal 263 ayat 1 KUHP tentang pemalsuan, Pasal 263 ayat 2 KUHP tentang pemalsuan dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Namun saat tuntutan, terdakwa Wong Daniel Wiranata dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 263 ayat 1. (ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.