Tawuran Warga Kacaukan Jadwal KA Commuter Line Cakung-Bekasi

ka commuter lineGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Aksi twuran antar warga yang pecah di kawasan perlintasan Kereta Api (KA) Commuter Line jurusan Cakung-Bekasi membuat jadwal kacau.

“PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) memohon maaf atas adanya gangguan operasional yang terjadi di lintas Bekasi dampak dari tawuran warga dan kebakaran yang mengenai kabel persinyalan,” kata Humas PT KCJ, Eva Khairunnisa, Kamis (9/6/2015).

Eva merinci, kejadian bermula sekira pukul 06.17 WIB di KM 22+9 antara Stasiun Cakung-Stasiun Bekasi. Kabel persinyalan terbakar akibat dari oknum warga yang membakar sampah di bawah flyover Kranji dan mengenai jaringan kabel persinyalan.

Akibatnya untuk sementara waktu sistem persinyalan mengalami gangguan, sehingga perjalanan dari Cakung-Bekasi atau sebaliknya sempat tidak dapat dilalui.

“Selanjutnya sekitar pukul 06.35 WIB antara Stasiun Buaran-Stasiun Klender terjadi tawuran antar warga yang menyebabkan perjalanan kereta terganggu. Akibat peristiwa ini, perjalanan KRL dari Bekasi sempat beroperasi sampai Stasiun Cakung,” lanjut Eva.

Selain itu, salah satu kereta juga sempat dilempari batu oleh warga.

“Selain tawuran, warga juga melakukan pelemparan batu yang mengenai KA 1313 saat akan memasuki Stasiun Klender Baru,” sambung Eva.

Meski tidak ada korban dalam kejadian ini, namun dampak pelemparan tersebut satu kaca pintu pecah. Akibatnya KRL tidak dapat dioperasikan lantaran harus masuk dipo untuk perbaikan yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam.

“PT KCJ mengimbau bagi penumpang lintas Bekasi yang tergesa-gesa menuju tempat tujuan agar menggunakan moda transportasi lain dan dapat melakukan pengembalian tiket pada loket yang tersedia apabila telah melakukan transaksi,” imbuhnya.

Sementara Pengguna jasa yang akan tetap menggunakan jasa KRL, diimbau agar tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan dengan tidak memaksakan diri untuk naik apabila kereta telah penuh dan menunggu perjalanan KRL selanjutnya.

“PT KCJ mengecam keras aksi tawuran yang berdampak fatal dan mengakibatkan terganggunya perjalanan kereta api,” tegas Eva.(dtc/ziz)