Telepon Dirut Bulog, Irman Singgung Istri Dirut Semesta Jaya

Ketua DPD Irman Gusman mengakui pernah menghubungi Dirut Bulog Djarot Kusumayakti saat harga gula sedang naik.

Ketua DPD Irman Gusman mengakui pernah menghubungi Dirut Bulog Djarot Kusumayakti saat harga gula sedang naik.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, Irman Gusman, mengakui memang menghubungi Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti dan menyinggung nama Memi, istri Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto.

Sutanto merupakan tersangka pemberi suap kepada Irman. Tetapi Irman membantah meminta Dirut Bulog agar membeli gula melalui Sutanto maupun Memi.

“Enggak, saya mengatakan, siapa mitranya, yang saya kenal ya Memi, karena dia yang tahu krisis gula itu karena kekurangan pasokan,” ujar Irman sebelum menjalani pemeriksaan sebagai saksi, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu (5/10). Irman akan diperiksa untuk tersangka Sutanto

Irman merasa hanya melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat. Ia mengatakan, dirinya menghubungi Dirut Perum Bulog, saat harga gula di Sumatera Barat sedang sangat tinggi, akibat adanya kelangkaan gula.

“Seperti yang saya katakan, saya menelepon Bulog karena ada krisis gula di Sumbar. Kewajiban saya sebagai wakil rakyat Sumbar untuk menelepon,” kata Irman.

Seusai operasi tangkap tangan beberapa waktu lalu, KPK menetapkan empat orang tersangka. Mereka adalah Irman Gusman, Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto, Memi (istri Sutanto), dan Farizal, seorang jaksa yang diduga menerima suap dari Sutanto.

Operasi tangkap tangan dilakukan setelah terjadi penyerahan uang Rp 100 juta kepada Irman. Dalam jumpa pers di Gedung KPK, Sabtu (17/9), Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, uang sebesar Rp 100 juta yang diberikan Sutanto kepada Irman, terkait pemberian rekomendasi kepada Bulog.

Tujuannya, agar Bulog memberikan tambahan jatah distribusi gula untuk Sumatera Barat. (gbi)