Tensi Darah Dahlan Naik, Penyidik Bareskrim Hentikan Pemeriksaan

Dahlan Iskan sempat menuaikan sholat Jumat di  masjid Mapolda Jatim, (11/11). Usai sholat, Dahlan mengeluh sakit karena tensi darahnya naik sehingga penyidik Bareskrim menghentikan pemeriksaan terhadap mantan Menteri BUMN itu terkait dugaan proyek cetak sawah fiktif.

Dahlan Iskan sempat menuaikan sholat Jumat di masjid Mapolda Jatim, (11/11). Usai sholat, Dahlan mengeluh sakit karena tensi darahnya naik sehingga penyidik Bareskrim menghentikan pemeriksaan terhadap mantan Menteri BUMN itu terkait dugaan proyek cetak sawah fiktif.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan kembali mengeluh tensi darahnya naik sehingga penyidik menghentikan pemeriksaannya, Jumat (11/11) sekitar pukul 14.00 WIB. Dahlan kembali diperiksa penyidik Bareskrim Polri di Mapolda Jatim terkait dugaan proyek cetak sawah fiktif.

“Pemeriksaan dihentikan karena tensi darah Pak Dahlan naik, 170 dibanding 110,” ujar Imam Syafi’i, salah satu kuasa hukum yang mendampingi Dahlan selema pemeriksaan. Hari ioni merupakan pemeriksaan kedua Dahlan sebagai saksi kasus dugaan proyek cetak sawah fiktif saat dirinya masih menjabat Menteri BUMN tahun 2012.

Pemeriksaan sempat dihentikan sementara untuk ibadah shalat Jumat. Dahlan yang menunaikan shalat Jumat di Masjid Polda Jatim enggan berkomentar terkait kasus yang sedang menyeretnya sebagai saksi.

Dahlan baru mengeluhkan sakitnya ketika pemeriksaan akan dimulai usai shalat Jumat. Penyidik akhirnya menghentikan pemeriksaan berdasar rekomendasi dari tim dokter kesehatan Rumah Sakit (Rumkit) RS Bhayangkara yang sebelumnya diminta memeriksa kesehatan Dahlan.

Sebelumnya, Dahlan saat diperiksa sebagai tersangka di Kejati Jatim terkait dugaan korupsi aset PT PWU tensi darahnya juga tinggi. Pemeriksaan pun dihentikan karena berpotensi stroke.

Dahlan sendiri tengah dibelit tiga kasus dugaan korupsi. Pertama, korupsi aset PT PWU yang nota bene BUMD Pemprov Jatim ditangani Kejati Jatim.

Kedua, dibelit kasus dugaan korupsi mobil listrik oleh Kejaksaan Agung saat menjadi DIrut PT PLN (Persero).

Ketiga, dugaan korupsi proyek cetak sawah fiktif di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat oleh Mabes Polri. (Baca: Dahlan Pasrah  Hadapi Tiga Kasus, Diperiksa Bareskrim terkait Proyek Sawah Fiktif). (son/gbi)