Tentara Myanmar Dilaporkan Bakar Jasad Muslim Rohingya untuk Lenyapkan Bukti

Seorang ibu muslim Rohingya menangisi keluarga dan pemukimannya yang dibakar.

 

GLOBALINDO.CO, YANGON – Banyak fakta yang tak terungkap di balik pembantaian etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Yang mengerikan, tentara dibantu warga Rakhine tega membakar jasad muslim Rohingya yang telah dibantai untuk menghilangkan bukti.

Fakta tersembunyi itu diungkap Direktur Program Arakan, Chris Lewa. Arakan yang bekerja untuk memantau kekerasan di Rakhine, telah mendokumentasikan pembunuhan sedikitnya 130 orang dalam satu pemukiman di  Rathedaung.

“Sedikitnya 130 orang telah terbunuh dan sepertinya jumlahnya lebih dari itu. Pasukan keamanan telah mengepung desa dan kemudian menembaki orang tanpa pandang bulu,” kata Lewa, seperti yang dilansir Independent, kemarin.

Namun laporan Lewa ini masih belum terverifikasi kebenarannya. Apalagi proyek Arakan belum melakukan wawancara rinci dengan korban di Bangladesh.

Pejabat keamanan Burma dan gerilyawan dari Rohingya atau ARSA telah saling menuding sebagai pembakar desa-desa dan melakukan kekejaman di Rakhine. Hampir 400 orang tewas dalam kerusuhan di Rakhine yang terjadi sejak Jumat, 25 Agustus 2017.

Negara-negara mayoritas muslim di dunia menganggap militer Myanmar melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, telah menuduh pasukan Myanmar melakukan genosida.

Masyarakat muslim Rohingya yang kembali mengalami nasib tragis di negara bagian Rakhine, Myanmar dan harus mengungsi usai operasi militer ang menewaskan ribuan etnis terpinggirkan ini.

Menurut Badan pengungsi PBB , UNHCR, ada 73.000 orang telah melintasi perbatasan Myanmar memasuki wilayah Bangladesh sejak kekerasan meletus pada 25 Agustus 2017, sehingga kamp pengungsi hampir mencapai kapasitas penuh.

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai telah meminta Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar, untuk mengecam dan menghentikan perlakuan tragis dan memalukan terhadap orang-orang Muslim Rohingya. (ind/gbi)