Terancam Tidak Dapat Sekolah, Sejumlah Wali Murid dan Calon Siswa Mengadu ke Dewan

oleh
Sejumlah wali murid dan calon siswa saat mendatangi gedung DPRD Kota Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi di Surabaya terus berlanjut. Terbaru, sejumlah orang tua dan anaknya mendatangi Kantor DPRD Surabaya, Rabu (19/6/2019).

Perwakilan warga, Jason Sudarmanto menuturkan, para wali murid terpaksa mengadu ke kalangan dewan karena kebingungan mendapatkan sekolah buat anak mereka.

Menurut Jason, warga RW 07 dan RW 08 Wonokusumo, Kecamatan Semampir kesulitan mendapatkan sekolah, dengan penerapan sistem saat ini. Pasalnya, jarak tempat tinggal dengan SMP Negeri terdekat sekitar 1,5 KM. Padahal, nilai anak-anak merea rata-rata tinggi, yaitu 9 lebih.

“Tapi, tak ada yang diterima di sekolah negeri. Sedangkan, sekolah swasta juga penuh. Terakhir, di sekolah swasta, hanya tersedia 7 blanko (Pendaftaran),” jelas Jason Sudarmanto.

Jason mengaku, beberapa SMP Negeri yang ada disekitar tempat tingalnya adalah, SMPN 11, SMPN 27, SMPN 15, SMPN 58, SMPN 31. Namun, dari sejumlah sekolah tersebut, siswa yang diterima terjauh jaraknya sekitar 900 meter.

Dia mengaku, saat datang ke gedung dewan ditemui anggota dewan, Baktiono. Kalangan dewan menegaskan, bahwa anak-anak tersebut harus sekolah.

“Warga yang belum diterima sekolah akan didata semuanya, kemudian akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Walikota Surabaya,” ucapnya

Jason mengakui, bahwa program pemerintah di bidang pendidikan dengan menerapkan sistem zonasi bertujuan untuk menyetarakan sekolah negeri, swasta dan kawasan. Namun, persoalannya di daerahnya perbandingan antara anak sekolah dengan jumlah sekolah tak sebanding.

Mengenai kelangsungan pendidikan sekolah sejumlahs siswa di Wonokusumo, Jason mengatakan akan menunggu keputusan dari pemerintah kota. “Kita akan serahkan urusan itu ke pemkot,” pungkasnya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.