Terbongkar, Prostitusi Online Mahasiswa di Surabaya Bertarif 3 Juta Per Kencan

Prostitusi Mahasiswa: Jajaran Ditreskrimum Polda Jatim menggelar dua tersangka mucikari prostitusi online kalangan mahasiswa di Surabaya beserta barang buktinya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Bisnis esek-esek terselubung melalui media online di Kota Surabaya kembali terbongkar. Jajaran Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap dua dua mucikari, AP (21) dan UY (22) yang bertugas merekrut wanita panggilan dari kalangan mahasiswa dan menjajakannya ke lelaki hidung belang yang sudah masuk ke dalam jaringan online mereka.

Polisi awalnya kesulitan mengendus jejak bisnis postitusi terselubung yang menjajakan PSK beli dari kalangan mahasiswa itu. Selain beredar di jejaring online, ‘pemasaran’ jasa pramu syahwat mereka juga hanya beroperasi di grup yang hanya bisa di akses oleh jaringan terbatas alias privat.

Jajaran Ditreskrimum Polda Jatim pun mulai menyamar menjadi anggota grup jejaring sosial privat yang mereka bentuk dan masuk ke dalam jaringan mereka. Di grup terbatas itulah, dua mucikari tadi AP dan UY menawarkan mahasiswi kepada anggotanya dengan tarif Rp 3-5 juta juta setiap kali kencan.

“Mereka mendapatkan 30 persen dari setiap transaksi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, Selasa (20/12).

Para PSK mahasiswa binaan mereka bisa melayani lelaku hidung belang hingga di luar Surabaya seperti, Malang, Mojokerto, dan Batu.

Dengan menyamar sebagai pelanggan, polisi akhirnya berhasil meringkus AP dan UY. AP merupakan mahasiswa perguruan tinggi swasta di Surabaya yang bertugas merekrut mahasiswi untuk terlibat dalam prostitusi. Adapun UY berprofesi sebagai wiraswasta bertugas sebagai promotor.

“AP merekrut teman-temannya sesama mahasiswa,” ujar Frans.

Selain AP dan UY, polisi juga mengamankan lima orang lain yang berstatus saksi dan korban perdagangan manusia. (kc/gbi)