Terbukti Bersalah, Bos Ekspedisi Asal Surabaya Dihukum 10 Bulan Penjara

oleh
Kuasa hukum terdakwa, Wellem Mintarja saat memberikan keterangan pers.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Tindak pidana penipuan jual beli truk tracktor Head Hino 500 SG 260 yang dilakukan terdakwa Hasan Aman Santoso kepada saksi pelapor Eddi Tanuwijaya akhirnya terbukti.

Dalam petikan putusan kasasi Mahkamah Agung No 237 K/Pid/2019 disebutkan bahwa terdakwa yang notabene bos ekspedisi PT Aman Samudera Lines, Surabaya Jatim, terbukti melakukan tindak pidana penipuan sesuai pasal 378 KUHPidana dengan hukuman 10 bulan penjara.

Kuasa hukum saksi korban, Wellem Mintarja mengatakan jika putusan Mahkamah Agung sesuai dengan asas keadilan. Sebab, dengan adanya putusan ini telah membuktikan jika terdakwa Hasan Aman Santoso telah terbukti melakukan tindak pidana penipuan.

Selain itu, pihaknya meminta pihak kejaksaan negeri Tanjung Perak Surabaya untuk segera melakukan eksekusi agar terdakwa dilakukan penahanan.

“Tertuang dalam putusan kasasi jika terdakwa Hasan Aman Santoso dihukum penjara selama 10 bulan. Kami meminta agar pihak kejaksaan segera melakukan eksekusi,” ujar Wellem, Senin (5/8/2019).

Wellem menambahkan, jika pihaknya memberikan waktu satu minggu kepada kejaksaan untuk segera melakukan eksekusi. Terhitung mulai hari ini Senin (5/8).

“Dalam seminggu ini apabila yang bersangkutan belum di eksekusi kami akan mengambil tindakan hukum” pungkasnya.

Sementara itu, saksi korban Eddi Tanuwijaya adanya putusan ini mengungkapkan rasa puji syukur kepada tuhan yang telah membuktikan keadilan baginya.

“Saya mengucapkan syukur kepada tuhan, ternyata keadilan itu nyatakan memang terbukti. Bagaimanapun saya tetap mematuhi keputusan hukum tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, dua cek yang dijadikan barang bukti oleh Mahkamah Agung atas putusan ini adalah dua cek yang dinyatakan hilang oleh terdakwa. Padahal dua cek tersebut digunakan untuk pembayaran truk kepada saksi korban.

Akan tetapi, Polsek Kenjeran Surabaya menerbitkan surat kehilangan, yang telah dilaporkan oleh staff dari terdakwa Hasan Aman Santoso. (ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.