Terdakwa Mengaku Mabuk Saat Keroyok Tiga Bocah SMP

oleh
Terdakwa Robbil Jannaturohim.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sembilan terdakwa kasus penganiayaan dan kekerasan terhadap tiga anak di bawah umur menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (8/3). Tiga korban yang bersaksi di persidangan mengaku dipukuli dan dikeroyok oleh belasan orang.

Korban Tri Wahyu Verdiansyah membeberkan, terdakwa  Robbil Jannaturohim yang memulai pengeroyokan. Robbil awalnya melempar batu paving yang mengarah tepat di bagian pipi kanan korban Tri Wahyu di Jalan Arjuno No. 69, tepatnya di Hotel City HUB Surabaya pada tanggal 17 November 2017 lalu.

“Waktu itu kami bertiga saat akan membeli makan tiba-tiba dihadang oleh terdakwa dengan teriakan ‘He, Koen Arek Panujan Yo’ setelah itu lantas kami dilempar batu paving dan dikeroyok,” ujar saksi korban Wahyu Verdiansyah di hadapan majelis hakim.

Sejurus kemudian setelah adanya teriakan itu, terdakwa lantas melempar batu paving ke arah korban Tri Wahyu Verdiansyah sehingga motor yang ditumpangi ketiga saksi korban oleng dan terjatuh.

Akibat serangan itu, ketiga korban terjatuh dari motor yang ditumpanginya.  Dari serangan pertama itu, kemudian belasan teman terdakwa lainnya ikut memukul dan mengeroyok dengan menggunakan batu dan alat sabuk berkepala gear motor.

Akibat pengeroyokan itu, korban Tri Wahyu Verdiansyah mengalami luka serius hingga kehilangan tempurung kepalanya. Tak hanya itu, dari hasil Visum Ert Repertum (VER) ditubuh saksi korban Tri Wahyu Verdiansyah ditemukan luka parah pada hidung, pelipis, punggung, tangan, lutut dan kaki.

Dua korban lain yakni Riko Agus Maulana dan Arif Bagas Saputra berhasil melarikan diri. Ketiga korban masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Atas keterangan korban, terdakwa Robbil Jannaturohim mengelaknya.  Ia membantah sebagai orang pertama yang memulau pengeroyokan terhadap ketiga korban.

Terdakwa juga berdalih pada saat pengeroyokan bersama 18 pelaku lainya sebagian pengaruh minuman keras. “Waktu itu sekitar 18 teman saya yang ikut dalam pengeroyokan, sebagian dalam pengaruh minuman keras,” ujar terdakwa Robbil Jannaturohim menjawab pertanyaan majlis hakim.

Di sisi lain, Kuasa Hukum Korban, Khoirul SH. menyayangkan kinerja kepolisian sektor (Polsek) Sawahan, Surabaya. Pasalnya, sembilan (9) dari delapan belas (18) tersangka pengeroyokan belum ditangkap dan hingga kini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami sudah berupaya dengan mendatangi kepolisian terkait agar sembilan DPO dalam perkara ini secepatnya bisa tertangkap,” tandas kuasa hukum korban, Khoirul saat dikonfirmasi usai persidangan.

Adapun sembilan terdakwa dalam perkara dengan berkas terpisah ini yakni, Robbil Jannaturohim, Mochammad Dhani, Ahmad Yudhistira, Raga Pangestu, Ronald Yustiraka Ibrahim, Imam Saputra, Baska D Yesa, Renanda Aditya Wardana dan Ramadhan Wahyu Putra Ardiansyah.

Akibat perbuatannya, terdakwa dijerat sesai Pasal 80 Ayat (2) UUD RI No. 35 Tahun 2014 Atas Perubahan UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman maksimal 5 Tahun dan Denda Maksimal Rp 100 juta. (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *