Terdakwa Penuduh Presiden Pendukung PKI Segera Disidang

Alfian Tanjung (tengah) akan menghadpai persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (27/9) sebagai terdakwa kasus ujaran kebencian menuduh pemerintahan Joko Widodo adalah pendukung PKI.

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Terdakwa kasus ujaran kebencian, Alfian Tanjung kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (27/9) pekan depan. Alfian didakwa menyebarkan fitnah bahwa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang mendukung kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Tanggal 11 lalu, kami terima pelimpahan berkas perkaranya dari Kejari Tanjung Perak,” kata Humas PN Surabaya, Sigit Sutrino saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (20/9).

Persidangan perkara ujaran kebencian oleh alfian Tanjung ini sesuai dengan penetapan Ketua PN Surabaya bernomor 2664/Pid.Sus/2017/PN.Surabaya.

Sebelumnya, Eksepsi Alfian atas dakwaan jaksa dikabulkan hakim lewat putusan sela, pekan lalu. Hakim Dedi Fardiman mengabulkan sebagaian eksepsi yang diajukan Alfian Tanjung melalui tim penasehat hukumnya. Hakim mengabulkan tiga poin dari lima poin eksepsi yang diajukan kuasa hukum Alfian.

Tiga poin tersebut yakni karena kesalahan penulisan surat dakwaan pelimpahan perkara yang semestinya Pengadilan Negeri Surabaya, tapi di tulis Pengadilan Negeri Tanjung Perak.

Kedua, hakim membenarkan eksepsi terdakwa pada dakwaan jaksa terkait tempus atau waktu kejadian yang tidak sikron satu sama lain.  Terakhir, terkait jeratan pasal yang didakwakan dianggap tidak jelas.

Atas putusan itu, jaksa pun memperbaiki isi dakwaan sesuai dengan putusan hakim dan melimpahkan kembali perkara ini ke PN Surabaya.

Alfian Tanjung  didakwa melanggar pasal 156 KUHP atau Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b butir 2 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Ras dan Etnis. Pria yang berjuluk Ustadz ini dikabulkan hakim lantaran kesalahan jaksa dalam menulis surat dakwaan.

Ia disangka melakukan tindak pidana menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu golongan rakyat Indonesia, atau dengan sengaja menunjukkan, menyebarkan kebencian atau rasa permusuhan kepada orang lain.

Alfian Tanjung dilaporkan oleh seorang warga Surabaya, Jawa Timur, bernama Sujatmiko lantaran memberikan ceramah dengan materi tentang PKI. Saat itu, dia tengah berceramah di Masjid Mujahidin, Perak, Surabaya.

Ujaran kebencian tersebut diketahui di video yang diunggah di Youtube pada 26 februari 2017. Di tengah-tengah ceramahnya, dia sempat menyinggung pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Selain itu juga menghina mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dalam ceramah tersebut juga menyebutkann pemerintahan Jokowi dengan sebutan pendukung Partai Komunis Indonesia (PKI) dihadapan ratusan Jamaah yang ada di masjid tersebut. (adi/gbi)