Terima Suap Rp 200 Juta Jelang Lengser, Walikota Batu Diciduk KPK

Wali Kota Batu, Jatim, Eddy Rumpoko sempat menjalani pemeriksaan awal di Mapolda Jatim sebelum diterbangkan ke Jakarta, Sabtu (16/9) malam. Eddy diciduk KPK dalam operasi tangkap tangan Sabtu siang karena diduga menerima suap Rp 200 juta dari rekanan pengadaan mebel di Kantor Walikota Batu.

 

GLOBALINDO.CO, BATU – Satu lagi pimpinan daerah yang diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi dalam operasi tangkap tangan. Setelah Ketua DPRD  Banjarmasin kemarin, hari ini Sabtu (16/9) siang, tim Satgas KPK menciduk Wali Kota Batu, Jatim, Eddy Rumpoko, karena kedapatan menerima suap Rp 200 juta terkait proyek di pemerintahannya.

Wali Kota asal PDIP tersebut diamankan bersama empat orang lainnya, termasuk Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kota Batu sekitar pukul 12.30 WIB dan rekanan swasta. Mereka langsung diterbangkan ke Jakarta, malam ini.

“OTT terkait dengan penerimaan suap / hadiah oleh Wali Kota Batu (Eddy Rumpoko) dan Kepala ULP Pemkot Batu dari rekanan (Philip) terkait pengadaan barang dan jasa pada Pemkot Batu,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat dihubungi malam ini.

“Sudah dibawa ke Mapolda Jatim. Rencana malam ini sekitar jam 22.30 WIB para pihak tersebut akan diterbangkan ke Jakarta,” imbuhnya.

Eddy Rumpoko di akhir masa jabatannya diduga menerima suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kantor Wali Kota Batu. Sejumlah proyek sedang berlangsung Kantor Wali Kota Batu, salah satunya pengadaan mebel dengan nilai proyek mencapai Rp 5 miliar. Dari proyek tersebut, Eddy dan anak buahnya diduga memperoleh commitment fee Rp 300 juta.

“Barang bukti berbentuk uang yang sudah diamankan berjumlah sekitar Rp 300 juta, Rp 200 juta untuk Wali Kota dan Rp 100 juta untuk Kepala ULP,” lanjutnya.

Eddy Rumpoko sempat menjawab pertanyaan wartawan saat akan menjalani pemeriksaan awal di Mapolda Jatim, Sabtu malam. Politisi PDIP ini mengaku terkejut mendengar ada sejumlah orang yang datang dengan menggedor pintu rumah dinasnya saat dirinya sedang di kamar mandi.

“Saya di rumah lagi mandi, tahu-tahu digedor, katanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK,” kata Eddy usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim Surabaya, Sabtu (16/9).

Ia juga membantah tudingan menerima suap dari rekanan pengadan mebel di Kantor Walikota Batu. “Uangnya tidak tahu. Terima juga tidak tahu,” ujarnya.

Eddy kini sudah diterbangkan ke Jakarta. Ia akan diperiksa lebih lanjut di Gedung KPK dalam kurun maksimal 1×24 jam sebelum statusnya ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

Edy Rumpoko merupakan Wali Kota Batu dua periode yang diusung PDIP. Masa jabatannya akan habis pada bulan Desember 2017.

Jabatan Eddy akan diduduki istrinya, Dewanti Rumpoko yang memenangkan Pilkada Kota Batu dari PDIP. Dewanti akan dilantik akhir tahun ini.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristianto yang sudah mengetahui adanya penangkapan terhadap kadernya mengaku akan langsung memecat Eddy Rumpoko.

“Tidak ada toleransi, akan kami pecat,” tegas Hasto.(kun/nad)