Terjerat Narkoba, Mantan Bacabup Jember Terancam 10 Tahun Penjara

oleh
Mantan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Jember, Mariya Indriyani (56) disidang sebagai terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba. Ia kini menghadapi tuntutan pidana 10 tahun penjara.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Mantan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Jember, Mariya Indriyani (56), kembali terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. Mariya terancam mendekam 10 tahun di penjara.

Tuntutan tersebut lantaran Mariya sudah kedua kali ini diseret ke meja hijau dalam kasus yang sama. Selain hukuman badan, Mariya juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 800 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa ijin memiliki narkoba jenis sabu,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Rachman dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim membacakan berkas tuntutannya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (7/8).

Pertimbangan yang memberatkan tuntutan terhadap Mariya karena perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, status terdakwa sebagai residivis pada kasus yang sama, juga sebagai pertimbangan untuk memberatkan tuntutan jaksa.

Menanggapi tuntutan jaksa, terdakwa bakal mengajukan pembelaan yang dibacakan pada agenda sidang berikutnya, Selasa (17/8) mendatang. “Saya ajukan pledoi pak hakim,” tegas terdakwa.

Sidang perkara ini cukup menyita waktu yang sedikit panjang. Hal itu dikarenakan seringnya sidang mengalami penundaan. Beberapa alasan dikemukakan, salah satunya terdakwa beralasan sakit ataupun alasan saksi tidak datang.

Pada rangkaian agenda sidang sebelumnya, terdakwa ngotot mengatakan bahwa dirinya adalah korban dari konspirasi jebakan politik. “Saya ini malah mau membongkar jaringan narkoba di Jember, saya sedang menyamar dan membantu polisi,” kilah terdakwa.

Pada pembertiaan sebelumnya, diketahui Mariya hendak mencalonkan diri sebagai Bupati Jember pada waktu itu. Namun naas ia ditangkap pada 18 Oktober 2017, pukul 14.00 siang, di sebuah supermarket di Jember. Mariya mengaku merasa dijebak oleh seorang DPO bernama Agustinus.

Namun, di dalam surat dakwaan disebutkan Mariya membeli barang haram tersebut sebanyak lima bungkus plastik berisi sabu dengan berat 7,52 gram seharga Rp 1 juta 300 ribu per gramnya.

Akibat perbuatannya, terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sidang dilanjutkan Selasa pekan depan dengan agenda mendengarkan pembacaan pledoi oleh terdakwa. (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *