Terkait Insiden di Komisi A, F-PDIP Minta Wali Kota Segera Turun Tangan

oleh
Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kota Surabaya, Sukadar.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Insiden pertengkaran antara Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji dengan Kasatpol PP Irvan Widyanto saat hearing di Komisi A berbuntut panjang. Terbaru, Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kota Surabaya, Sukadar meminta Wali Kota Tri Rismaharini segera turun tangan.

Sukadar meminta Wali Kota Surabaya segera mengambil tindakan tegas. Menurut dia, ulah salah satu kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kota itu sudah masuk kategori pelecehan terhadap lembaga legislatif.

“Saya tidak membela siapapun. Yang perlu diingat Pak Armuji adalah simbol karena jabatannya sebagai Ketua DPRD,” tegas Sukadar, Rabu (21/2/2018).

Selain meminta wali kota segera mengambil tindakan, F-PDIP akan menggelar rapat internal guna menindaklanjuti kasus tersebut. Hasil keputusan rapat akan dijadikan bahan, untuk melaporkan masalah perselisihan antara pimpinan dewan dengan Satpol PP.

“Keputusan fraksi akan dipaksi sebagai bahan pelaporan ke Wali Kota,” tutur Politisi PDI-P.

Anggota Komisi C ini menyesalkan perselisihan antara dua pejabat daerah tersebut. Menurutnya, Kasatpol PP semestinya tak boleh bertindak berlebihan dalam forum rapat resmi seperti hearing kemarin.

“Harusnya bisa menghargai satu sama lain,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, anggota Komisi C ini menegaskan jika PDI-P juga merupakan bagian dari pemerintah. Apalagi, Wali Kota dan Wakil Wali kota Surabaya, juga berasal dari partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih.

Terkait penggusuran Warga Medokan Semampir, Sukadar sepakat jika pemerintah kota harus menyiapkan solusi bagi warga yang akan digusur. Misalnya, menyiapkan hunian seperti rumah susun sewa (rusunawa).

“Anggota dewan ingin carikan solusi dulu jangan asal gusur,” imbuh Kadar.

Diberitakan sebelumnya, hearing di Komisi A terkait penggurusan sejumlah rumah di Medokan Semampir berlangsung panas. Ketua DPRD Surabaya, Armuji dan Kasatpol PP Irvan Widyanto hampir terlibat baku pukul.

Beruntung pada saat itu keduanya berhasil dilerai oleh petugas pengamanan dalam (Pamdal) dan beberapa anggota Komisi A. Meski berhasil dicegah, keduanya masih terlibat perdebatan yang cukup sengit sebelum suana dicairkan oleh Ketua Komisi A Herlina Harsono Njoto. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *