Terkait Perubahan Nama Jalan, Nasdem Siap Bela Rakyat

oleh
Ketua Pansus Perubahan nama jalan DPRD Kota Surabaya, Fatchul Muid.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pro kontra perubahan nama Jalan Dinoyo menjadi Jalan Sunda, Gunungsari menjadi Jalan Prabu Siliwangi terus bergulir. Terbaru, Ketua DPD Nasdem Surabaya, Sudarsono Rahman mendorong pansus mempertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan.

Sudarsono menegaskan, partainya tidak ingin berseberangan dengan restorasi yang digaungkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Salah satunya partai harus berpihak kepada kepentingan masyarakat. Terutama aspek manfaat dan mudhoratnya bagi warga.

“Kalau mudhoratnya lebih besar, kami siap bela rakyat, kalau banyak rakyat terdampak, kita menolak,” ujar Sudarsono, Jumat (27/7/2018).

Pria yang akrab dipanggil Cak Dar ini menjelaskan, aspek mudhorat itu berkaitan dengan kepentingan dan hak masyarakat, serta terkait dengan administrasi kependudukan. Terutama soal penerimaan dan penolakan warga terdampak di Gunungsari dan Dinoyo.

“Pansus harus tahu betul sikap yang terdampak, mereka menolak atau menerima,” jelasnya.

Cak Dar menyarankan pansus melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk melakukan mapping masyarakat. Tujuannya agar mengerti betul respon yang berkembang di kalangan warga di dua tempat itu.

Dia mengaku tidak akan mengintervensi dua kader Partai Nasdem yang saat ini duduk me jadi Wakli rakyat di DPRD Surabaya. Partai pasrah sepenuhnya kepada Fatchul Muid dan Vinsensius Awey.

“Kebetulan yang jadi ketua pansus dari Nasdem, pak Muid, saya pasrah sepenuhnya,” tegasnya.

Sebelumnya pakar tata kota Prof Johan Silas menyatakan menolak rencana Pansus mengubah dua nama jalan di Surabaya. Johan Silas menilai, langkah tersebut mencederai sejarah panjang Kota Surabaya.

Menurutnya, alasan rekonsilitasi budaya Sunda dan Jawa tidak harus dengan mengubah sejarah yang sudah ada. Terlebih, yang berkaitan langsung dengan persoalan tersebut bukan Kota Surabaya tetapi Mojokerto.

Selain Johan Silas, warga terdampak saat dengar pendapat dengan DPRD Surabaya juga secara tegas menolak pengubahan nama jalan. Salah satunya disampaikan warga Gunungsari, Supriadi.

Sementara itu, Ketua Pansus Fatchul Muid meminta anggotanya untuk tidak memikirkan kepentingan sesaat. Sebab, rencana perubahan nama jalan ini harus berhati-hati dalam mengambil keputusan.

“Kalau salah melangkah, habis semua perwakilan partai ini, karena ini tahun politik,” jelasnya.

Muid mengungkapkan, dari hasil rapat dan masukan dari berbagai kalangan, pro kontra justru terjadi di luar masyarakat terdampak. Masyarakat terdampak dari perubahan itu sepakat menolak total, baik perubahan sebagai jalan apalagi berubah total. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *