Teroris Penyerang Mapolda Riau Kelompok NII Pro ISIS

oleh
Tubuh para pelaku penyerangan Mapolda Riau tergeletak dan dievakuasi petugas usai ditembak mati polisi. Empat pelaku tewas dan seorang anggota Polda Riau gugur dalam insiden penyerangan ini pada Rabu (16/5).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Mabes Polri mengkonfirmasi identitas empat jasad pelaku penyerangan Markas Polda Riau, Rabu (16/5) siang tadi. Para terduga teroris tersebut merupakan bagian dari anggota kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang mendukung ISIS.

Para terduga teroris di Mapolda Riau masih satu jaringan dengan narapidana yang tewas ketika kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5) malam bernama Beni Samsutrisno.

“Jadi kelompok di sana menamakannya itu (NII), tapi berbaiatnya kepada Abu Bakar Al-Baghdadi, pemimpin ISIS di Suriah,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen (Pol) Setyo Wasisto, Rabu (16/5).

Para pelaku sempat mendatangi Mako Brimob ketika kerusuhan terjadi bersama dua orang lainnya dari Palembang, Sumatera Selatan. Namun karena kondisi Mako Brimob dijaga ketat oleh polisi, mereka akhirnya pulang.

Kedua terduga teroris di Palembang kemudian ditangkap pada Senin (14/5) lantaran ingin menyerang Mako Brimob Polda Sumatera Selatan. “Karena Mako Brimob kondusif mereka pulang. Dua yang pulang ke Sumatera Selatan sudah ditangkap,” kata Setyo.

Keeempat orang terduga teroris yang tewas dalam insiden di Mapolda Riau yakni Mursalim alias Ical alias Pak Ngah (42), Suwardi (28), dan Adi Sofyan (26). Setyo menyebutkan, masih ada satu orang terduga teroris yang tewas namun belum teridentifikasi.

Ada pula seorang terduga teroris yang berhasil ditangkap hidup dan dalam pemeriksaan oleh Polda Riau. “Yang melarikan diri itu masih dalam pendalaman,” kata Setyo.

Direktur Pelaksana Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikalisasi (PAKAR) Adhe Bhakti menlai, Serangan ke Mapolda Riau merupakan rangkaian peristiwa teror setelah kerusuhan Mako Brimob pada 8-9 Mei lalu. Ia menyatakan dari pantauan lembaganya, sejak kerusuhan Mako Brimob terlihat komunikasi yang intensif di antara kelompok pro-ISIS.

Komunikasi ini, menurut Adhe, tak hanya terjalin di antara kelompok JAD pimpinan Aman Abdurahman yang didirikan 2015. Namun juga terjalin antara pro-ISIS dari fraksi yang berbeda. “Muncul semacam senasib sepenanggungan melihat para narapidana di dalam penjara yang dianggap berjuang,” kata Adhe.

Selain kelompok pimpinan Aman, Adhe menyebut juga terdapat beragam fraksi ISIS, di antaranya pimpinan Abdurrohim alias Abu Husna di Jawa Tengah yang merupakan eks Jemaah Islamiyah. “Banyak fraksi kelompok ISIS, tidak hanya JAD,” kata dia.

Peristiwa penyerangan ke Mapolda Riau terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dengan menggunakan mobil Avanza berwarna putih. Saat itu petugas hendak memeriksa kendaraan, namun para pelaku menabrakkan mobil ke arah pagar dan pos penjaga Mapolda.

Tabrakan ke pos penjaga menyebabkan seorang petugas polisi bernama Ipda Auzar meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit. (Baca: Ini Pesan Terakhir Anggota Polda Riau Sebelum Meninggal karena Serangan Teror).

Dua orang jurnalis, wartawan TVOne dan MNC juga tak luput dari tabrakan ini. Setelah menabrak pos penjaga, para terduga teroris yang mengenakan topeng ini kemudian keluar kendaraan dan menyerang beberapa orang dengan menggunakan senjata tajam berupa samurai.

Dua anggota polisi terkena luka sabetan di leher dan tangan. Polisi yang berada di sekitar area kemudian menembak mati empat terduga teroris. (kat/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *