Tersandung Panama Pappers, Luhut Dipanggil Jokowi

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan tercatat namanya dalam Panama Papers. Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini memanggilnya ke Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam pemanggilan tersebut, Luhut melapor ke Presiden Jokowi terkait namanya yang tercantum dalam dokumen Panama Papers.

“Iya lapor (soal Panama Papers) ke (Presiden Jokowi),” ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/4/2016).

Luhut mengatakan, Presiden Jokowi tidak mempermasalahkan namanya ada di Panama Papers. Sebab dirinya sudah membantah perusahaan Mayfair International Ltd bukan miliknya. “Enggak ada masalah,” tegasnya.

Sebeleumnya, Direktur Eksekutif Kemitraan Monica Tanuhandaru mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan investigasi menyeluruh terhadap para pejabat publik yang namanya tercatat dalamPanama Papers.

“Pejabat publik yang namanya tercatat perlu dipertanyakan dan tentunya diinvestigasi mendalam keterlibatannya,” katanya saat dihubungi, Minggu, 24 April 2016.

Menurut Monica, sebenarnya tidak ada yang perlu diperdebatakan jika nama-nama yang tercantum dalam di Panama Papers hanya nama tokoh pengusaha. Namun akan sangat aneh jika yang tercantum adalah pejabat tinggi negara yang sangat berpengaruh, seperti Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan.

“Masalahnya, itu tidak hanya integritas si pejabat, tapi juga integritas Negara Indonesia,” katanya waktu itu.(okz/gbi)