Tersangka Pungli Imigrasi Tanjung Perak Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dua tersangka kasus pungli, Jusuf Ginting, Kasusbsi Kanor Imigrasi Tanjung Perak, dan Al Malik Wahyudi, calo pembuatan paspor dilimpahkan ke kejaksaan.

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kasus pungutan liar (Pungli) di Imigrasi Kelas I Tanjung Perak telah dilimpahkan penyidik Polrestabes Surabaya ke Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.  Kasus ini menjerat Jusuf Ginting (JG) dan Al Malik Wahyudi (AM) sebagai tersangka.

Kasintel Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie mengaku pihaknya telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polrestabes.

“SPDP tersangka JG dan tersangka AM sudah kami terima, tanggal 8 November lalu,”terang Lingga saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Jum’at (17/11). Tersangka JG merupakan Kepala Subsi di Kantor Imigrasi Tanjung Perak, sementara AM adalah calo pembuatan paspor.

Menurut Linga, ada empat jaksa yang menangani dua berkas perkara dua tersangka yang terpisah itu. ”Dua jaksa untuk perkara tersangka JP dan dua jaksa yang tangani tersangka AM,” ungkapnya.

Pada kasus ini, lanjut lingga, tim Saber Pungli Polrestabes Surabaya telah menyita uang tunai sebesar Rp 14,8 juta yang diberikan oleh tersangka Al Malik Wahyudi pada tersangka Jusup Ginting untuk mempercepat lima berkas penerbitan paspor.

“Dijelaskan dalam SPDP nya, Uang itu tujuannya untuk mempercepat penerbitan lima paspor yang diurus oleh tersangka AM,” terang Jaksa kelahiran Jakarta.

Dari data yang dihimpun, Tersangka Jusup Ginting adalah pegawai Imigrasi yang menjabat sebagai Kasubsi, sedangkan tersangka Al Malik Wahyudo adalah biro jasa yang sehari-harinya mangkal di Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak.

Penggerebekan Pungli itu dilakukan Tim Saber Pungli Polrestabes Surabaya,  pada  Jumat, (3/11) lalu. Dalam pengeledahan, polisi menemukan uang Rp 500 ribu yang dimasukkan dalam lima map di ruang kerja Jusup. Duit itu berasal dari AM.

Map itu sendiri selain berisi uang, juga berisi berkas pengajuan paspor yang diurus AM. Dengan uang pelicin itu, penyelesaian pembuatan paspor bisa lebih cepat.

Selain itu, polisi juga menyita tas berisi uang Rp 14,8 juta di ruang kerja Jusuf. Dari empat orang diamankan, hanya dua yang ditetapkan sebagai tersangka. (ady)