Tersangka, Setya Novanto Didesak Mundur dari DPR dan Golkar

Setya Novanto dalam sebuah kesempatan.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Setya Novanto yang telah menyandang status tersanga kasus korupsi e-KTP didesak mundur dari jabatannya, baik sebagai Ketua DPR RI maupun Ketua Umum Partai Golkar. Desakan itu disuarakan langsung oleh kader Golkar, Ahmad Doli Kurnia.

“Dengan ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka saat ini, tidak ada jalan lain, demi menjaga nama partai, Setya Novanto harus mengundurkan diri dari Ketua Umum DPP Golkar dan Ketua DPR RI,” kata Doli dalam keterangan tertulisnya, tadi malam.

Doli mengatakan, sebagai kader Golkar ia merasa prihatin atas ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

(Baca Juga: DPR Gelar Rapim Sikapi Status Tersangka Setya Novanto)

“Bagi Golkar, jangan sampai urusan pribadi Setya Novanto mengganggu urusan konsolidasi partai dalam menghadapi agenda-agenda politik strategis ke depan,” ucap Doli.

Doli mengingatkan, Pilkada serentak 2018 sudah di depan mata dan persiapan Pileg dan Pilpres 2019 tidak bisa ditunda.

Jadi, tidak ada jalan lain DPP dengan semua perangkatnya termasuk Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan Dewan Pakar harus segera melakukan rapat untuk mengambil sikap mempersiapkan Musyawarah Nasional Luar Biasa.

“Ini perlu dilakukan demi penyelamatan partai. Dan faktanya, dalam tiga bulan terakhir ini, setiap kali ada persidangan dan pemeriksaan saksi, nama Setya Novanto selalu disebut dan secara otomatis pasti Golkar tersandera dan terbawa-terbawa negatif,” tambah dia.(kcm/ziz)