Terungkap, Arief Hidayat Lobi Komisi III DPR untuk Jegal Saldi Isra

oleh
Arief Hidayat bersama Saldi Isra dalam sebuah kesempatan.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Keputusan kontroversial Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat yang memasukkan KPK sebagai bagian dari eksekutif mengungkap bola salju permainan politik di internal Mahkamah Konstitusi. Arief Hidayat dituding dengan sengaja menemui Komisi III DPR untuk melakukan lobi politik menjegal Saldi Isra agar tidak menjadi Ketua MK.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond Junaidi Mahesa. Menurutnya, pertemuan Arief Hidayat dan Komisi III DPR terjadi sebelum uji kepatutan dan kelayakan terkait pencalonan kembali Arief Hidayat sebagai hakim MK.

Menurut Desmond, pada pertemuan tersebut terjadi lobi antara Arief dan sejumlah pimpinan Komisi III agar Arief terpilih kembali sekaligus tetap menjadi Ketua MK. Saat itu, kata Desmond, Arief mengungkapkan bahwa jika ia tidak terpilih maka Saldi Isra yang akan memegang jabatan ketua MK.

“Ya bukan lobi-lobi lagi itu namanya. Dia (Arief) bilang kalau dia tidak dipilih kembali oleh DPR maka yang akan jadi ketua di sana dia bilang Saldi Isra. Saldi Isra dianggap oleh orang-orang berpihak pada KPK, jadi dia seperti memberikan penjelasan agar dipilih kembali,” kata Desmond di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (12/2/2018).

(Baca Juga: Menunggu Arief Hidayat Mundur dari Jabatannya Sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi)

Desmond menilai, Arief tidak layak untuk menjabat sebagai hakim konstitusi sekaligus ketua MK.

“Secara etika orang itu tidak layak. Akhirnya nanti kita akan lihat. Kalau bertahan berarti kekuasaan lebih penting daripada etika, berarti enggak layak kan dia,” sambung Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra itu.

Dewan Etik MK sebelumnya menyatakan Arief Hidayat tidak terbukti melakukan lobi-lobi politik saat bertemu dengan pimpinan komisi III.
Namun, Arief Hidayat terbukti melakukan pelanggaran ringan karena bertemu dengan sejumlah pimpinan Komisi III DPR di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta.

Arief menghadiri pertemuan tersebut tanpa undangan secara resmi dari DPR, melainkan hanya melalui telepon. Atas putusan tersebut, Dewan Etik MK menjatuhkan sanksi berupa teguran lisan kepada Arief.

Hingga saat ini Kompas.com masih berupaya menghubungi Arief Hidayat terkait keterangan Desmond yang menyinggung soal Saldi Isra akan terpilih sebagai ketua MK.

Namun, sebelumnya Arief Hidayat telah membantah bahwa dia melakukan lobi-lobi politik dengan Komisi DPR.

“Enggak ada lobi-lobi. Sudah dibantah Komisi III. Tidak perlu diperpanjang,” kata Arief pada 7 Desember silam.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *