Terungkap, Tergugat Selaku Penjual Tanah Melanggar Peraturan Hukum

oleh
Suasana sidang di PN Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) antara tiga ahli waris dari Almarhum Elisa Irawati sebagai pihak Penggugat kepada Hermina Sutanto sebagai pihak tergugat kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya.

Turut dihadirkan dalam Ahli hukum Ilmu Perdata Universitas Air Langga (Unair), Surabaya Dr Ghansam Anand SH Mkn. Dalam penjelasannya Ghansam Anand mengatakan dalam gugatan PMH sesuai Pasal 1365 KUHPerdata haruslah ada unsur Perbuatan Melanggar Hukum yang membawa kerugian kepada orang lain.

“Dari pasal itu dapat ditarik 4 unsur, 1. adanya perbuatan melawan hukum, 2. adanya kesalahan, 3. Adanya hubungan sebab akibat antara kerugian dan Perbuatan dan adanya kerugian” ujar Ghansam menjawab pertanyaan Tim kuasa hukum Penggugat.

Dalam unsur Pasal 1365 KUHPerdata, lanjut Ghansam terdapat konteks hukum. Yaitu adanya perbuatan melawan atau melanggar hukum, termasuk melanggar hak orang lain.

“Pada konteks lain adanya kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja. Sedangkan konteks kerugian meliputi kerugian materiil dan inmateriil” tukasnya

Tim kuasa hukum pihak Penggugat, Wellem Mintarja mengatakan dari keterangan Pakar Hukum Ilmu Perdata tersebut terdapat tiga poin. Salah satu poin itu yakni, adanya kesepakatan jual beli sesuai Pasal 1320 BW KUHPerdata.

“Pertama, bahwa perjanjian jual beli ini sudah sesuai dengan lasal 1320 bw adanya kata kesepakatan. Dan disini jual beli tersebut sudah kewajiban dari pihak pembeli sudah dilaksakan yaitu pembelian dengan tunai dan riel,” katanya.

Sedangkan Poin kedua, pihak tergugat selaku penjual tidak melaksanakan kewajibanya. Dimana phak pembeli atau tergugat telah melanggar asas ithikad baik dan asas kepatutan.

“Seharusnya kewajiban dari pihak penjual adalah menanggung rasa aman atas obyek yang telah diperjual belikan,” tukasnya.

Poin ketiga, pihak tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum. Sebab, dalam jangka waktu 20 Tahun obyek tanah tersebut telah dikuasai oleh pihak penggugat yakni, Utjang Kayanto, Elina Widjajanti dan Lusiana Sintawati.

“Jangka waktu 20 tahun, obyeknya sudah kami kuasai dan sertifikat hak milik sudah kami kuasai. Akan tetapi dari 2019 itu dari pihak penjual tidak mengakui jual beli,” pungkasnya. (ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.