Tidak Ada Koordinasi, Warga Protes Pembangunan Gereja Mawar Saron

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Syaifudin Zuhri.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sejumlah warga di Jalan Cempaka, Kelurahan Tegalsari hari ini mendatangi gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (6/11/2017). Kesadaran masyarakat untuk memprotes pembangunan Gereja Mawar Saron.

Ketua RW 6, Fahrur Rozak menyampaikan pembangunan Gereja Mawar Saron menganggu aktivitas dan ketenangan warga. Selain menyebabkan kemacetan, juga menimbulkan debu dan suara bising.

“Mess mahasiswa Kalimantan yang letaknya bersebelahan juga merasa terganggu dengan pembangunan itu,” ujar Fahrur Rozak.

Selain dampak sosial yang ditimbulkan, menurutnya, warga juga takut rumah di sekitae gereja terkena dampaknya. Dengan pembangunan yang melibatkan sejumlah alat berat, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan kerusakan rumah milik warga.

“Kami merasa terganggu, karena dampaknya,” terang Fahrur.

Menanggapi keluhan warga, Ketua Komisi C (pembangunan) DPRD Kota Surabaya, Syaifudin Zuhri menegaskan dalam waktu dekat akan segera menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi. Menurut dia, pembangunan komplek jalan mawar dan cempaka menjadi tanggungjawab pemkot.

“Karena ini laporan langsung dari warga, dalam waktu dekat kita akan ke sana,” ujar Syaifudin.

Politisi dari PDI-P ini menyebutkan, ada dua dugaan pelanggaran yang dilakukan dalam proses pembangunan Gereja Mawar Saron. Diantaranya, tidak adanya koordinasi antara pihak gereja dengan masyarakat.

Pelanggaran lain yang dilakukan adalah dugaan tidak adanya Izin Medirikan Bangunan (IMB). Oleh karena itu, pihaknya berharap Gereja Mawar Sharon bisa berkoordinasi dengan Dinas Permukiman Perumahan Rakyat dan Dinas Perhubungan dan Dinas Perhubungan.

“Dari pengamatan kita, Dishub terlanjur mengeluarkan rekomendasi yang terkesan dipaksakan,” tegas Ipuk, sapaannya.

Ipuk menjelaskan, kewajiban dinas perhubungan merekayasa lalu lintas agar tidak macet. Dishub juga diharuskan mengejar kajian sebelum mengeluarkan izin.

“Regulasi dan aturan selayaknya mampu mengayomi semua kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, pantauan saat dengar pendapat berlangsung ternyata tidak ada satupun perwakilan dari Gereja Mawar Saron yang hadir. Hingga hearing berakhir, tidak ada satupun delegasi yang datang. (bmb/gbi)