Tiga Agen Pencari Bakat Paksa Peserta Perempuan Main 100 Film Porno

Syuting film porno (ilustrasi)

Syuting film porno (ilustrasi)

GLOBALINDO.CO, TOKYO – Ajang pencarian bakat kini sudah disalahgunakan oknum untuk menjaring bintang film porno. Tiga orang agen pencari bakat di Jepang, Senin (13/6), ditahan Kepolisian Metropolitan Tokyo karena tuduhan memaksa seorang peserta perempuan tampil di 100 film porno.

Satu dari tiga tersangka merupakan seorang eksekutif Marks Japan berusia 49 tahun yang berbasis di Tokyo. Ia ditahan terkait pelanggaran undang-undang ketenagakerjaan, demikian penjelasan juru bicara Kepolisian Metropolitan Tokyo.

Polisi menduga ketiga orang ini telah memaksa seorang perempuan datang ke sebuah lokasi pembuatan film porno pada 2013. Sayangnya, sang jubir kepolisian tak memberi keterangan lebih rinci.

Kantor berita Kyodo menyebut, perempuan itu tampil dalam film-film porno itu di bawah ancaman ketiga agen tersebut. Ketiga tersangka, mengancam perempuan itu harus membayar denda dalam jumlah besar jika menyalahi kontrak yang sudah ditekennya.

Pornografi secara umum bisa diperoleh dengan mudah di Jepang, tetapi sisi gelap industri ini jarang sekali dibicarakan termasuk hak-hak mereka yang bekerja di dalam industri ini.

Padahal, menurut seorang kuasa hukum korban, industri pornografi Jepang bernilai hingga USD 4,7 miliar setahun. Para korban, yang sebagian besar berusia di bawah umur, biasanya dijebak dengan kontrak-kontrak yang menipu.

Human Rights Now, organisasi non-pemerintah yang berbasis di Tokyo, mengatakan, kasus-kasus korban industri pornografi yang mereka tangani sepanjang tahun lalu sebanyak 59 kasus, meningkat dari 32 kasus di tahun sebelumnya. (kyo/gbi)