Tiga Perampok Pulomas Diancam Hukuman Mati

No comment 406 views

Hukuman Setimpal: Pelaku perampokan dan pembuhan rumah Dodi Triono di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Ridwan Sitorus alias Ius Pane (kanan) dan dua temannya, Erwin Situmorang, Alfin Bernius Sinaga terancam hukuman mati.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Tiga pelaku perampokan di Pulomas, Erwin Situmorang, Alfin Bernius Sinaga dan Ridwan Sitorus dijerat tiga pasal KUHP, dengan ancaman hukuman mati.

“Tersangka diancam dengan tiga pasal yakni Pasal 338 KUHP dengan penjara maksimal 15 tahun penjara, Pasal 365 ayat 4 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati dan Pasal 33 ayat 3 KUHP dengan hukuman 12 tahun penjara,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo, Kamis (5/1).

Seperti diketahui, polisi telah menangkap seluruh komplotan pelaku perampokan di rumah pengusaha properti Dodi Triono. Dari empat pelaku, satu orang yakni Ramlan Butarbutar yang merupakan pimpinan komplotan tersebut tewas ditembak saat proses penangkapan.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya merilis hasil penyidikan kasus perampokan di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur pada Kamis (5/1). Kabid Humas Polda Metro menjelaskan kronologi kejadian yang menewaskan enam pemilik rumah dan keluarganya tersebut.

“Para perampok melakukan survei di sekitar komplek Pulomas pada 25 Desember 2016 pukul 12.30 WIB,” kata Raden.

Pada hari yang sama, keempat perampok yang dipimpin oleh Ramlan Butar Butar kembali ke sebuah Villa di Bogor untuk menyusun rencana perampokan untuk esok harinya, 26 Desember 2016.  Keesokan harinya, pukul 11.00 WIB, para pelaku tiba di sekitar TKP dengan menggunakan mobil Suzuki Ertiga warna putih dengan Nomor Polisi B 2995 TKQ.

Masing-masing punya tugas yang diberikan Ramlan. Alfin sebagai penjaga mobil, Ramlan sebagai kapten, Ius Pane dan Erwin Situmorang ditugaskan untuk masuk ke dalam TKP.

Kemudian pukul 14.26 WIB, tersangka mulai masuk ke rumah. Ramlan dan Ius Pane menggunakan senjata api jenis Soft Gun untuk mengancam para korban, sedangkan Erwin Situmorang menggunakan golok untuk mengancam korban lainnya.

Semua korban dikumpulkan di dalam kamar mandi. Tersangka Ius Pane menyisir lantai 2 rumah untuk memastikan sudah tidak ada penghuni lain. Ius Pane kemudian menemukan korban Diona Arika Andra Putri, anak dari korban Dodi Triono.

Ius langsung menjambak dan menyeret Diona dari lantai 2 ke lantai 1 dan dimasukkan ke kamar mandi bersama korban lainnya. Setelah memasukkan 11 korban ke dalam kamar mandi berukuran 1,5×1,5 meter. Para pelaku mengambil barang berharga kemudian meninggalkan lokasi kejadian. (rp/gbi)