Tim Asuhan Rembulan Berhasil Amankan 40 PSK

No comment 33 views

Ilustrasi aparat saat menggelar razia di Lokalisasi Dolly Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Langkah Pemerintah Kota Surabaya, membentuk Tim Asuhan Rembulan dan Tim Posko Pantau Terpadu, terbukti ampuh dalam mengurangi dan mengantisipasi kegiatan prostitusi dan keamanan lainnya di Kota Pahlawan.

Dalam operasi yang dilakukan oleh Tim Asuhan Rembulan dalam enam bulan terakhir, berhasil menjaring sebanyak 40 orang PSK di beberapa lokasi. Tim ini merupakan tim gabungan dari Polrestabes Surabaya, Satpol PP, Satlinmas, Dispora, Dishub dan Dinas Sosial.

“Tim ini bertugas hanya waktu malam hari saja yang bertugas menangani multi fungsi. Mulai menjaring PSK sampai balap liar,” kata Kasatpol PP Irvan Widyanto, Senin (1/5/2017).

Tidak hanya prostitusi, menurut Irvan, dalam 6 bulan terakhir balap liar juga ikut berkurang. Salah satu penyebabnya merupakan upaya yang terus dilakukan oleh Tim Asuhan Rembulan.

Sedangkan Tim Posko Pantau Terpadu bergerak dengan multi sasaran dengan berbagai perlengkapan, seperti Apar (Alat Pemadam Kebakaran) serta alat darurat lainnya. Waktu operasi tim ini juga berlangsung selama 24 jam.

Dalam operasinya tim ini dibagi dalam empat wilayah (timur, barat, utara dan selatan) dan dikendalikan oleh Command Centre 112 yang berada di Gedung Siola. Selain itu, pihaknya juga mempunyai Standart Operasional Prosedure (SOP) di bawah 10 menit untuk sampai di lokasi.

“Contoh upaya yang dilakukan oleh tim ini adalah saat adanya percobaan bunuh diri beberapa waktu lalu yang akhirnya digagalkan oleh petugas di lapangan,” terangnya.

Sementara Camat Krembangan I Gede Yudhi Kartika menambahkan, untuk kawasan Krembangan sudah tidak ada tempat prostitusi. Kemungkinan beralih ke tempat kos.

“Nanti akan kita kaji lagi untuk dilakukan pemantauan. Kami juga sering melakukan operasi yustisi, setidaknya dalam satu kelurahan dilakukan dua kali operasi yustisi,” kata Yudhi.

Senada dengan Yudhi, Camat Benowo, uslich Hariadi berpendapat kegiatan prostitusi di wilayahnya sudah sangat berkurang. Beberapa kali patroli dan penjaringan yang terus dilakukan pihaknya, sering kali mendapatkan hasil.

Perlu diketahui, di Kecamatan Benowo sendiri terdapat dua eks lokalisasi yaitu, Lokalisasi Moroseneng (Kelurahan Sememi) dan Klakah Rejo (Kelurahan Kandangan). Dalam upaya pemberdayaan masyarakat di dua eks lokalisasi tersebut, kata Muslich, sering dilakukannya kegiatan di kawasan tersebut.

“Upaya-upaya kegiatan positif ini diharapkan bisa mengimbangi upaya represif yang juga dilakukan,” pungkas Muslich. (bmb/gbi)