Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pemkot Surabaya Latih 1.343 Kepala PAUD

oleh
Ribuan kepala PAUD saat mengikuti workshop.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dispendik) terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya. Salah satunya dengan menggelar kegiatan workshop kemampuan kepada 1.343 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kasi Pendidikan Keluarga dan PAUD Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Dwi Wahyu Novita mengatakan, tujuan utama digelarnya workshop adalah terkait penerapan Kurikulum 2013 (K-13). Pelatihan kurikulum digelar di empat lokasi berbeda.

“Untuk lokasinya kita gelar di SDN Simomulyo, SDN Perak Barat, SDN Klampis Ngasem, dan Kantor Dispendik. Kegiatannya digelar selama empat hari,” ujar Dwi Wahyu Novita, Selasa (24/4/2018).

Disampaikan Novi, bahwa pendidikan PAUD adalah pendidikan yang sangat penting. Karena pendidikan PAUD menjadi landasan kuat untuk mewujudkan generasi bangsa yang cerdas dan kuat.

Hal ini tertuang dan sejalan dengan pasal 23 UU No. 20 Tahun 2003 tentang pendidikan PAUD diselenggarakan melalui 3 jalur. Yakni, pertama melalui jalur pendidikan formal berbentuk TK/RA/Sederajat, Kedua jalur pendidikan non formal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA) atau bentuk lain yang sederajat.

“Yang terakhir yaitu melalui jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga yang diselenggarakan oleh lingkungan,” urainya.

Novi menambahkan pasca pelaksanaan workshop, nantinya para lembaga tersebut juga akan mendapatkan pendampingan, serta penguatan Kurikulum PAUD yang akan dilakukan secara berkelanjutan pada masing-masing wilayah atau lembaga.

“Kami mendorong agar semua lembaga PAUD menggunakan kurikulum 2013 yang diawali dengan penyiapan dokumen KTSP (Kurikulum Tingkat Satu Pendidikan PAUD) yang baik”, imbuhnya.

Sementara itu, Mallevi Agustin Ningrum, selaku narasumber yang juga Dosen PAUD UNESA (Universitas Negeri Surabaya) menerangkan workshop ini memberikan pendalaman pengetahuan dan keterampilan menyusun dokumen KTSP 2013 PAUD.

“Khususnya Dokumen II, yakni Promes (Program Semester), Proming (Program mingguan), RPPH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian) penilaian, dan SOP,” terangnya.

Sebelum mengajar, lanjut dia, seorang guru harus terlebih dahulu menyiapkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), metode, serta media pembelajarannya. Media tersebut berfungsi untuk memberikan contoh langsung kepada peserta didik mengenai materi yang dipelajari.

“Guru membutuhkan sumber belajar dan semua harus tercantum dalam dokumen kurikulum lembaga”, pungkas Novi. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *