Tiongkok Tak Akui Putusan Tribunal Menangkan Filipina Atas Laut China Selatan

oleh
Inilah kawasan Laut China Selatan yang menjadi rebutan antara negara Tiongkok dengan Filipina. Setidaknya ada enam negara yang terkait langsung dengan sengketa kedaulatan teritorial laut internasional ini, termasuk Indonesia.
Tribunal Internasional memenangkan Filipina atas kedaulatan teritorial Laut China Selatan yang diklaim Tiongkok.
Tribunal Internasional memenangkan Filipina atas kedaulatan teritorial Laut China Selatan yang diklaim Tiongkok.

GLOBALINDO.CO, DEN HAAG – Pemerintah Tiongkok (China) menolak putusan Tribunal Internasional yang memenangkan Filipina atas kedaulatan teritorial Laut China Selatan. Tiongkok akan menaikkan putusan badan peradilan rakyat internasional itu ke Pengadilan Tetap Arbitrase di Den Haag, Belanda.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menilai, kedaulatan teritorial dan hak kelautan di laut tak akan terpengaruh dengan putusan tersebut dengan cara apapun. Karena itu, negeri Tirai Bambu itu bersikukuh mengklaim Laut China Selatan termasuk ke dalam wilayah kedaulatan mereka.

Walaupun keputusan itu membawa kerugian besar bagi Tiongkok, namun respons awal dari Beijing ke tribunal PBB tersebut tampak masih ingin menempuh jalan damai. Presiden Xi Jinping masih berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan dengan negara tetangganya.

Xi Jinping kembali menyatakan bahwa negaranya memiliki kedaulatan teritorial dan hak maritim di wilayah tersebut dan mengatakan bahwa warga telah beraktivitas di sana sejak 2.000 tahun lalu. Namun, pihaknya akan melakukan konsultasi dengan negara-negara bersangkutan secara langsung dan mengusulkan pembangunan bersama di daerah maritim yang terkait.

Perusahaan penerbangan dan pelayaran kemungkinan besar akan menyambut baik atas pernyataan Tiongkok yang menyebut, negaranya menghormati kebebasan navigasi dan penerbangan seluruh negara di Laut China Selatan di bawah hukum internasional.

Sebelumnya, Tribunal mengeluarkan putusan bahwa China tak memiliki hak historis atas sumber daya perairan di area nine-dash line– wilayah imajiner yang dihubungkan 9 titik- dan dianggap melanggar kedaulatan Filipina. Tribunal menganggap klaim Pemerintah Tiongkok atas Laut China Selatan tak memiliki dasar hukum.

Keputusan tersebut dikeluarkan oleh tribunal arbritase di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) yang telah ditandatangani kedua negara. Walaupun sifatnya mengikat, namun Pengadilan Tetap Arbitrase tak memiliki kekuatan penegakan.

Sebelumnya, Filipina telah memiliki ketegangan secara diplomatis dengan Tiongkok atas kasus Pulau Scarborough Shoal dan Spratly di Laut China Selatan. Kendati, pulau tersebut sebagian besar tak berpenghuni, namun kemungkinan besar menyimpan sumber daya mineral.

Filipina menyebut bahwa nine-dash line milik Tiongkok, yang digunakan untuk membatasi klaim wilayah, melanggar hukum konvensi UNCLOS. Tak hanya negara tersebut, Vietnam, Taiwan, Malaysia, Indonesia, dan Brunei juga bersaing mengklaim wilayah itu.

Laut China Selatan juga merupakan jalur pelayaran utama dan daerah penangkapan ikan, yang digunakan sebagai mata pencaharian warga dari berbagai negara. (lpn/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *