TKI asal Bangkalan Dipancung di Arab Saudi, Pemerintah Gagal Beri Perlindungan

oleh
Ilustrasi hukuman pancung.

GLOBALINDO.CO, RIYADH – Tragedi kembali terjadi pada Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Seorang TKI asal Bangkalan, Madura bernama Slamet Kurniawan alias Muhammad Zaini Misrin Arsyad tewas dihukum pancung di Arab Saudi. Ironisnya, pemerintah mengaku terlambat mendapat informasi dan kesulitan mendapat akses pendampingan.

Eksekusi hukum pancung telah dilakukan pada diri Slamet Kurniawan alias Muhammad Zaini Misrin Arsyad pada Minggu (18/3/2018) waktu setempat. Kabar mengenai eksekusi ini dikemukakan lembaga Migrant Care setelah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI.

Migrant Care menyebut, Zaini dieksekusi di Arab Saudi pada Minggu (18/3/2018) pukul 11.30 waktu setempat.

“Menurut keterangan dari pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, otoritas Kerajaan Saudi Arabia sama sekali tidak memberitahu mengenai eksekusi ini (menyampaikan mandatory consular notification) kepada perwakilan Republik Indonesia,” sebut Migrant Care dalam keterangan persnya.

(Baca Juga: 21 TKI di Malaysia Terancam Digantung)

Secara terpisah, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, mengamini keterangan itu.

Bahkan, menurutnya, Kemlu RI “tahu dari sumber tidak resmi beberapa saat sebelum eksekusi dan saat itu semua akses sudah ditutup”.

Zaini Misrin, warga Bangkalan, Madura, dituduh membunuh majikannya di kota Mekkah pada 2004. Tetapi pemerintah baru diberi tahu tentang status hukum Zaini ketika pengadilan Arab Saudi telah menjatuhkan vonis hukuman mati empat tahun kemudian.

“Eksekusi terhadap Zaini Misrin adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia, apalagi jika merunut pada pengakuan Zaini Misrin bahwa dia dipaksa untuk mengakui melakukan pembunuhan setelah mengalami tekanan dan intimidasi dari otoritas Saudi Arabia,” papar Migrant Care.

“Pada proses persidangan hingga dijatuhkan vonis hukuman mati, Zaini Misrin juga tidak mendapatkan penerjemah yang netral dan imparsial,” sambung lembaga itu.

Sebelum eksekusi dilakukan, Presiden Joko Widodo sempat menyurati Raja Salman sebanyak dua kali untuk meninjau kembali kasus pidana Zaini.

Kemenlu RI pun berupaya mengajukan permohonan peninjauan kembali karena ada bukti baru dan permohonan itu dikirimkan ke Mahkamah pada 6 Maret 2018.

Kini, setelah Zaini dieksekusi, ada dua WNI lainnya di Saudi yakni Tuty Tursilawati dan Eti binti Toyib asal Jawa Barat yang menunggu eksekusi mati setelah pada 2010 divonis bersalah karena kasus serupa.

Pelaksanaan hukuman mati terhadap TKI telah beberapa kali terjadi di Saudi.

Pada 2015, Siti Zainab, WNI asal Bangkalan, Madura, dihukum mati karena kasus pembunuhan pada tahun 1999. Dalam pekan yang sama, Karni binti Medi Tarsim dieksekusi di dekat Madinah.(bbc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *