TKI Ilegal Asal Ponorogo Tewas di Perkebunan Malaysia

ilustrasi mayatGLOBALINDO.CO, PONOROGO – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Dukuh Nguncup, Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo yang bekerja di Malaysia tewas di perkebunan tempatnya bekerja. TKI bernama Herry Praminto (33) ini tewas setelah pohon yang ditebang menimpa tubuhnya.

“Jenazah Herry Praminto sudah dikuburkan tadi. Jenazah tiba di rumah duka Kamis (20/10/2016) sore,” kata Kepala Dinsosnakertrans Ponorogo, Sumani, Jumat ( 21/10/2016).

Sumani mengatakan, kecelakaan kerja yang menimpa korban terjadi pada Jumat (14/10/2016) sekitar pukul 12.30 waktu setempat di perkebunan tempatnya bekerja.

Saat itu, korban sedang menebang pohon dan tiba-tiba pohon itu tumbang menimpa dirinya hingga tewas.

Jenazah Herry Praminto sampai di Bandara Juanda sekitar pukul 07.00 WIB dan tiba di rumah duka pada Kamis (20/10/2016) sekitar pukul 14.30 WIB. Jenazah diantarkan langsung perwakilan perusahaan.

Keluarga sudah menerima peristiwa ini sebagai musibah. Sementara jasad korban langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Sumani menyebutkan, korban berangkat bekerja ke Malaysia secara ilegal. Korban bekerja sebagai TKI di salah satu perkebunan di Malaysia sejak dua tahun lalu melalui perusahaan di Batam.

“Setiap empat bulan sekali korban selalu pulang ke kampung halaman. Terakhir kali korban pulang ke rumah pada saat bulan puasa 2016 dan berangkat ke Malaysia lagi setelah Lebaran,” ujar Sumani.

Tentang asal-usul tempat bekerja korban, Sumani mengaku kesulitan melacaknya. Pasalnya tempat kerja dan majikannya tidak terdata di kantor pemerintah.

“Kondisi ini tentu membuat keluarga tidak bisa mendapatkan asuransi dari dalam negeri dan luar negeri. Tetapi kami akan memberikan uang tali asih kepada keluarga korban,” ujar Sumani.(kcm/ziz)